02

Jika Anak Izin Ikut Demonstrasi

Aksi demonstrasi belum sepenuhnya berhenti. Tidak hanya mahasiswa atau orang dewasa,  kalangan pelajar pun ikut ke jalan. Menjadi bayang-bayang mengerikan bagi para orang tua. Namun harus tetap siap andai suatu saat anak izin untuk ikut demonstrasi bersama yang lainnya.

Sebab tak bisa dipungkiri, ada begitu banyak kekhawatiran. Meski anak pergi bersama teman-temannya dan jelas ada koordinator yang bertanggung jawab. Bahaya tetap membayangi-bayangi keselamatan anak selama demonstrasi berlangsung. Apalagi banyak tersiar unjuk rasa yang diwarnai kerusuhan dan kericuhan dengan aparat atau pihak lain.

Efeknya bukan hanya soal keselamatan semata. Bila anak dinilai telah melakukan tindakan melanggar hukum bisa diinapkan sementara di hotel prodeo. Tentu ini masih membawa banyak implikasi. Seperti catatan hitam di kepolisian, hingga sanksi sosial di masyarakat. Sehingga mengizinkan anak ikut berdemonstrasi memang perlu pertimbangan masak-masak.

Jangan langsung melarang atau mengiyakan

Sebaiknya orang tua tidak langsung melarang atau mengiyakan. Coba dulu membuka dialog anak, saat ia mengutarakan izin tersebut. Hargai sikapnya telah mau berkata untuk meminta restu. Karena banyak anak yang tidak berpamitan, alias pergi demo begitu saja.

Melarang anak, khususnya para remaja, justru cenderung berbuat nekad dan melanggar. Ditambah ajakan berdemo datang dari teman-temannya. Ketakutan tidak bergabung akan dianggap keluar dari garis pertemanan bisa lebih kuat. Hingga mengabaikan peringatan orang tua. Jadi tetap dekati dan ajak berbicara dari hati ke hati.

Baca juga: Larangan Orang Tua yang Menghambat Tumbuh Kembang Anak

Tanya dulu alasannya

Tanya pula alasannya mengapa tertarik ikut demo. Triggered apa yang paling merangsangnya? Apakah dia memahami perannya dalam demonstrasi? Termasuk tujuan yang ingin dicapai, akibat yang kemungkinan akan ditanggung walau dalam level ringan, dan masih banyak lagi.

Anak perlu menumbuhkan kesadaran tentang peran dan tindakan yang diputuskan dari dalam dirinya sendiri. Sehingga dia juga belajar tentang tanggung jawab dan kemandirian.

Ketahui kapan dan di mana

Orang tua wajib mengetahui kapan dan di mana demonstrasi akan berlangsung. Dengan begini, orang tua dapat memberikan saran yang baik jika memang lokasinya jauh dari rumah atau sekolah. Lokasi dan waktu demonstrasi juga bisa menjadi bahan pertimbangan, apakah anak bisa efektif mengikuti. Terutama bila keesokan harinya ada ujian, atau tidak tersedianya transportasi umum.

Ada yang harus dipatuhi bila bergabung

Andai memang anak bergabung dalam aksi, berikan syarat-syarat yang memang harus dipatuhi oleh anak. Misalnya tetap mengaktifkan alat komunikasi, tetap memberitahukan kondisi yang sedang dialami, bahkan jika perlu share location. Syarat lainnya juga bisa didiskusikan bersama. Tidak boleh melanggar hak-hak orang lain, seperti melukai, menggunakan senjata tajam, dan lainnya.

Adakah cara lain selain demo?

Tawarkan cara lain selain demo. Contohnya saja seperti menyampaikan opini lewat tulisan lalu diunggah ke blog atau media sosial. Tentu dengan aturan tidak menyalahi rambu-rambu hukum.

Cara ini akan lebih sehat, sekaligus bentuk lain dari pelarangan. Di mana orang tua sebenarnya tidak mengizinkan, tapi mampu memberikan jalan keluar yang lain. (LAF)

Baca juga: 7 Prinsip Mengoreksi Perilaku Buah Hati

 

Foto ilustrasi: Pexels

Follow Instagram @ETALASEBINTARO @ETALASEMEDIAKULINER

Comments

comments