24

Perhatikan ini Bila Mengajak Anak Belajar Ke Luar Negeri

Belajar ke luar negeri tidak selalu sendiri. Adakalanya harus mengajak anak turut serta. Dengan berbagai pertimbangan atau alasan. Dengan demikian tentu harus ada resep yang dijalankan. Agar urusan belajar dan anak sama-sama lancar.

Di samping pilihan mengajak anak ikut belajar ke luar negeri bukan pilihan yang salah. Jangan sampai anak di sana nanti justru menjadi penghambat. Sehingga studi gagal atau molor dari waktu perkiraan. Bisa-bisa berdampak pada risiko pengembalian beasiswa berupa denda.

Apalagi jika ternyata tidak ada pasangan atau suami yang ikut menemani. Artinya hanya berdua saja dengan anak. Anda harus ekstra keras mengasuh sembari menyelesaikan berbagai tugas kuliah. Berat memang, namun tentu dengan perencanaan yang matang, semuanya lebih terjamin lancar.

Jangan selalu berpikir membawa anak ke luar negeri untuk studi adalah beban. Ia bisa menjadi hiburan yang tak tergantikan. Plus pengingat untuk menyelesaikan studi sebaiknya-baiknya demi sang buah hati.

Visa

Pertama, mulai dari visa. Izin tinggal yang diperlukan anak untuk menemani Anda selama belajar di luar negeri. Persyaratan yang harus dipenuhi memang tergolong lebih kompleks dibanding orang tuanya. Banyak pula yang menyebutkan akan banyak drama dalam proses pengajuan visa. Karenanya jangan terlalu mendadak mengajukan supaya Anda dan anak bisa berangkat bersama-sama sesuai waktu yang telah direncanakan.

Biaya hidup

Pikirkan pula tentang biaya hidup. Mengajak anak menandakan ada pengeluaran lebih dibanding pergi sendiri. Biaya dapat berlipat ganda saat anak mengalami kondisi yang membutuhkan perlakuan khusus. Misalnya akibat adanya suatu penyakit genetik. Lantas pakaian dan makanan sehari-hari tidak bisa sembarangan.

Tempat tinggal

Pastikan Anda memperoleh tempat tinggal yang pasti sebelum sampai di negara tujuan. Akan sulit membayangkan mengajak anak turut serta akan tetapi tidak tersedia hunian yang jelas. Dan, ada baiknya Anda menyebutkan keikutsertaan anak pada pemilik tempat tinggal atau universitas. Sebab bisa saja tidak semua pemilik properti menghendaki kehadiran anak. Jadi Anda mesti menemukan tempat yang memang memberikan restu akan kedatangan anak-anak.

Daycare atau nanny

Dengan siapa anak berkegiatan saat Anda pergi ke kampus? Pilihan tersebut bisa dijatuhkan pada daycare atau nanny. Masing-masing opsi memiliki plus dan minus. Ditambah biaya yang berbeda. Misalnya banyak daycare yang terbuka gratis bagi mahasiswa luar negeri yang membawa anak. Tetapi setiap hari Anda harus meluangkan waktu untuk antar jemput. Sedang bila dengan nanny tentu hanya menunggu di rumah saja.

Sekolah

Ketika anak sudah memasuki jenjang sekolah, urusan edukasi juga harus dipikirkan. Berarti yang belajar ke luar negeri tidak hanya Anda, melainkan anak juga. Kantongi surat keterangan dari dalam negeri sebagai pengantar. Atau persyaratan lain guna menunjang kemudahan anak melanjutkan studi di sana.

Asuransi kesehatan

Sangat penting menggaransi anak dengan asuransi kesehatan. Andaikan tidak ditanggung oleh beasiswa studi Anda, segera cari tahu bagaimana pembiayaan termudah saat anak diserang penyakit. Apalagi kondisi negara lain mungkin sangat kontras dengan di sini. Tak ada lagi hambatan membawa anak ikut serta studi keluar negeri. (LAF)

Baca juga: 4 Tantangan Sekolah di Luar Negeri dan Cara Menaklukkannya

 

Foto ilustrasi: Pexels

Follow Instagram @ETALASEBINTARO @ETALASEMEDIAKULINER

Comments

comments