17

Penyebab Orang Gemar Pansos

Istilah pansos akhir-akhir ini mendadak ramai. Kependekan dari panjat sosial. Suatu perilaku yang mengarah pada harapan atau keinginan untuk meraih status sosial yang lebih tinggi. Mengapa bisa sampai demikian?

Jawabannya bisa bermacam-macam. Mereka memanfaatkan akun media sosial seoptimal mungkin guna menaikkan status sosial. Pemilik akun akan mengunggah konten yang dinilai bisa mengangkat statusnya seefektif mungkin. Berharap mendapat banyak apresiasi dan sanjungan dari orang lain.

Seperti suka menampilkan foto merek terkenal saat berbelanja, kerap menunjukkan aktivitas yang terbilang mewah, sangat peduli dengan penampilan diri, ketagihan memuat foto terus menerus, dan sebagainya. Tetapi di sisi lain, mereka juga memiliki sifat tak menyenangkan. Mulai dari suka memanfaatkan teman, bossy, tidak punya empati, serta lainnya. Jadi hati-hati jika Anda mengenali ciri-ciri tersebut pada orang-orang sekitar.

Baca juga: Batasan Ranah Pribadi di Media Sosial

Ingin menutupi kondisi sebenarnya

Seseorang gemar melakukan pansos karena sangat mungkin ingin menutupi kondisi yang sebenarnya. Jadi akun media sosialnya tidak mencerminkan hal yang sesungguhnya. Misalnya kondisi riil berada dalam ekonomi yang pas-pasan. Sedang akun sosialnya mengesankan sebagai orang yang berpunya. Atau bisa pula untuk menutupi hal lain.

Ekspresi rendah diri

Pansos juga dilakukan sebagai ekspresi rasa rendah diri yang dimiliki. Orang tersebut ingin lebih bisa terbuka, namun sayangnya sulit dilakukan di dunia nyata. Alhasil menggunakan media internet untuk meraih sesuatu yang lebih. Apalagi orang yang aslinya rendah diri, hanya punya teman yang sedikit, dan kurang gaul. Maka pansos menjadi jawaban yang sekiranya tepat baginya untuk meraih yang selama ini tidak mudah digapai.

Ingin merasa sama dengan yang lain

Fenomena pansos juga layaknya virus yang menular. Menjadi endemi bagi pengguna aktif media sosial. Bahkan para psikolog sudah ada yang memasukkan pansos ini sebagai kategori penyakit kejiwaan baru. Mereka yang ingin statusnya naik berharap lebih secara instan dan adakalanya melalui jalan-jalan yang tidak sehat.

Baca juga: Gangguan Mental Terkini Karena Media Sosial

Eksistensi diri dan ingin tenar

Jawaban lain dari gemarnya orang melakukan pansos ialah ajang eksistensi diri dan ingin tenar. Menggunakan konten yang dipercaya bisa mendobrak hasil “like,” jejaring pertemanan, maupun banyak komentar yang bernada sanjungan. Juga berharap viral, lalu menggaruk untung secara cepat.

Kurang ada kesibukan

Percaya atau tidak, mereka yang gemar pansos, tidak lain disebabkan minimnya kegiatan atau kesibukan yang positif. Dapat pula diakibatkan tidak fokus dan berkomitmen terhadap kewajiban, sehingga melarikan diri pada konten-konten media sosial. Terutama yang sedang nge-hits sehingga membuatnya seolah-olah ikut terseret dalam kesibukan. Padahal itu semua hanya kesibukan yang fana.

Tidak ada yang bisa dibanggakan

Pelaku pansos juga dikenal sebagai orang yang nirprestasi. Ingin menonjol dan diperhatikan banyak orang, akan tetapi malangnya kurang memiliki karya yang bisa dibanggakan. Di mana kemudian membuat media sosial dan kontennya sebagai pengerek status supaya mempunyai nilai lebih. Dianggap “wah” oleh yang lain. Merasa sudah berprestasi dengan hanya aktif terus menerus di media sosial. (LAF)

 

Foto ilustrasi: Pexels

Follow Instagram @ETALASEBINTARO @ETALASEMEDIAKULINER

Comments

comments