16

Menyikapi Turun Jabatan agar Karir Kembali Melesat

Tidak selamanya karir akan menanjak. Adakalanya kita dihadapkan pada kenyataan harus turun jabatan. Keputusan kantor yang menyakitkan tapi mau tidak mau tetap harus dijalani.

Turun jabatan sendiri tidak selamanya perlu dianggap sebagai nilai buruk atau berlabel negatif.

Baca juga: Penyebab Tak Kunjung Naik Jabatan

Dalam dunia kerja, turun jabatan sebenarnya merupakan hal yang biasa. Banyak pendiri perusahaan-perusahaan besar berkelas dunia pada akhirnya merelakan posisi utama. Turun ke bawah dan digantikan oleh para eksekutif yang lebih muda, misalnya. Semuanya bertujuan demi jaminan masa depan perusahaan yang lebih baik.

Dan tak perlu menyalahkan diri sendiri atau mereka yang mengambil keputusan. Sekali lagi, sikapi saja keputusan turun jabatan dengan bijak. Ketimbang terus terjebak pada situasi yang merugikan diri sendiri. Sedang untuk keluar dan mencari pekerjaan yang baru juga bukan hal yang mudah dilakukan.

Kesampingkan ego

Tak perlu memasang ego tinggi terus menerus. Sudahi semuanya dan kesampingkan ego demi kebaikan diri sendiri. Maupun demi relasi dengan semua rekan dan atasan di perusahaan. Dengan demikian keputusan yang sudah dituliskan tak lagi menjadi beban. Namun berbalik sebagai dinamika dan rutinitas yang tak jauh berbeda dengan hari-hari sebelumnya di kantor.

Tuangkan amarah dengan tepat

Wajar jika Anda merasakan kemarahan atau emosi negatif. Akan tetapi tuangkan amarah dengan tepat. Dan, lebih tepatnya bijak. Ekspresikan tanpa berlebihan dan menimbulkan luka pada yang lain. Terlebih saat ingin mengungkapkan di media sosial dan di hadapan rekan secara langsung. Penuangan emosi yang kurang tepat akan berbalik sebagai bumerang bagi diri sendiri. Turun jabatan selanjutnya dapat diikuti keputusan yang lebih menyakitkan lagi.

Coba tilik kembali alasan kantor

Coba sedikit renungkan mengapa keputusan tersebut sampai harus dibuat. Apalagi mesti diri sendiri yang mengalami. Kaitkan dengan banyak hal dan pikirkan dampaknya. Mungkin ini adalah keputusan terbaik yang harus diambil demi masa depan perusahaan. Atau justru diri sendiri yang harus berbenah karena kurang bisa mengikuti kemajuan dunia kerja. Sehingga mesti turun jabatan.

Baca juga: Cara Halus Menolak Pindah ke Divisi Lain

Hapus sekat dengan rekan selevel

Jika dulunya Anda atasan, karena sekarang sudah turun jabatan, maka segera hapus sekat-sekat yang ada dengan rekan selevel. Luangkan banyak waktu untuk membuka diri dan menjalin komunikasi yang lebih hangat.

Abaikan gosip yang beredar

Abaikan segala gosip yang beredar. Andai Anda ingin menanggapi, jawab dengan reaksi yang profesional. Misalnya tetap bekerja sesuai prosedur dan tetap menorehkan prestasi bagi perusahaan. Mungkin dulu memang turun jabatan ialah hukuman bagi Anda akibat kurang mumpuni. Kini dengan jabatan yang sekarang sudah saatnya lebih baik lagi. Sekaligus cara pengabaikan gosip yang paling ampuh.

Baca juga: Cara Bijak Merespon Gosip di Kantor

Terima dan jalani

Di sisi lain, apapun yang terjadi, terima dan jalani semua yang telah diputuskan. Tak ada untungnya memosisikan diri dalam situasi yang kurang menguntungkan. Meski tak enak rasanya dan tak mudah diterima, tapi coba untuk ubah diri. Dan ingat, tak perlu pula mempertahakan jabatan hingga mati-matian dan menyiksa diri. (LAF)

 

Foto ilustrasi: Pexels

Follow Instagram @ETALASEBINTARO @ETALASEMEDIAKULINER

Comments

comments