13

Sukses Membesarkan Anak Jenius agar seperti Pak BJ Habibie

Bapak BJ Habibie telah berpulang. Selain dikenal sebagai Presiden RI Ketiga, ia juga dikenal sebagai seorang jenius. Menjadi idola banyak orang, serta menumbuhkan pertanyaan bagaimana agar anak genius bisa berhasil layaknya Pak BJ Habibie.

Sebab di satu sisi, jenius adalah anugerah. Hal membanggakan bagi orang tua. Tapi di sisi lain, tidak mudah memperlakukan anak jenius. Salah perlakuan dalam pola asuh justru akan mematikan kecerdasan supernya. Butuh treatment khusus, di samping penerimaan dari orang tua sepenuhnya.

Sehubungan dengan tanda-tanda yang dimiliki oleh anak jenius umumnya berbeda jauh dengan anak-anak kebanyakan. Lantas membuat orang tua tidak mudah menerima. Seperti mempunyai perkembangan terlalu cepat, suka bertanya, punya karya orisinal, seorang spesialis, suka membaca, tukang memecahkan masalah, dan sebagainya.

Mereka bukan anak yang aneh. Bukan pula bermasalah dalam tumbuh kembangnya. Mereka adalah anak-anak dengan kemampuan luar biasa. Memiliki potensi luar biasa. Yang siap dikembangkan untuk kepentingan dirinya maupun banyak orang. Seperti Pak BJ Habibie yang telah menghasilkan berbagai teori dalam dunia penerbangan. Masih digunakan hingga saat ini dan diakui dunia.

Hargai karyanya

Anak jenius mampu menghasilkan karya sendiri. Mungkin beda, mungkin tidak lazim untuk zaman sekarang, mungkin pula terlihat takberharga. Akan tetapi tetap hargai apa yang telah dia ciptakan.

Dengan penghargaan dari orang tua, anak tidak akan patah semangat. Terus menorehkan buah karya yang kian sempurna. Bukan tidak mungkin suatu saat hasilnya akan luar biasa.

Hargai pula alasannya

Anak yang jenius tidak segan akan terus bertanya saat tidak tahu, dan mengungkapkan berbagai ide. Akan muncul pula banyak alasan di balik tiap tindak tanduknya. Jangan buru-buru meremehkan atau menyalahkan. Tampung segala alasan yang dikemukakan. Belum tentu alasan yang diusung selalu salah, walau sesaat tidak selaras dengan norma keluarga, atau aturan lain. Selalu ada hal-hal penting terkandung dalam alasannya.

Tak selalu membutuhkan pendidikan berjenjang

Ada beberapa anak jenius yang tidak membutuhkan pendidikan berjenjang. Ia lebih menyukai institusi pendidikan khusus yang benar-benar bisa menampung bakat dan minatnya. Atau memilih keluar dari sekolah dan memutuskan belajar otodidak. Jadi, pikirkan baik-baik kebutuhan anak Anda begitu ia dikenali sebagai seorang jenius. Jangan paksa mengikuti dinamika kurikulum sekolah yang berlaku pada umumnya.

Baca juga: Mengapa Anak Malas ke sekolah?

Beri dukungan dan tetap arahkan

Selain dukungan sepenuhnya, anak jenius juga tetap membutuhkan arahan. Mereka membutuhkan orang tua sebagai pembawa pesan dalam kehidupan sosial lebih luas. Bagaimana berinteraksi dengan orang lain, dengan teman, atau orang yang membutuhkan. Meski ia selalu berada dalam kondisi lebih unggul. Ada saatnya harus mengalah, mengerti keadaan, dan saling tolong menolong.

Baca juga: Bangun Karakter Positif Anak dengan Cara Simpel Ini

Dia punya keinginan tersendiri dan pasti

Anak jenius dikenal mempunyai keinginan tersendiri dan pasti. Keinginan yang menunjukkan kepribadian yang tidak mudah diubah. Terutama bila ia sudah mempunyai suatu hal. Tak heran jika kemudian banyak para jenius dikenal sebagai spesialis. Akibat keinginannya tersebut. Oleh karenanya, dukung terus dan berikan kesempatan selebar-lebarnya. (LAF)

 

Foto ilustrasi: Pixabay

Follow Instagram @ETALASEBINTARO @ETALASEMEDIAKULINER

Comments

comments