10

Lebih Kenal Papua Lewat Film

Tanah Papua memang memikat. Sebut saja Raja Ampat yang kini jadi tujuan wisata favorit. Sayang, tak banyak yang mengenal budaya dan kehidupan masyarakatnya. Untuk mengenal lebih tahu mengenai kehidupan masyarakat Papua, Anda bisa menonton film-film yang berlatar belakang Papua.

Film-film ini layak ditonton bersama keluarga. Dari sederet bukit cantik, panorama alam rumput, sejuknya hutan, hingga pantai yang aduhai, penonton juga akan diajak belajar mengenai beragam hal. Berkenalan dengan budaya, tata bahasa, hingga kebiasaan yang unik nan menarik. Menyelipkan pesan, bahwa tanah Papua beserta isinya adalah bagian tak terpisahkan dari negeri ini. Saudara yang mungkin tak pernah bertemu, tapi saling tahu akan selalu ada dan membantu.

Denias, Senandung Di atas Awan (2006)

Foto: id.wikipedia.org

 

Film yang diproduksi pada tahun 2006 lalu seolah menjadi pengantar perkenalan pada tanah Papua. Mengambil lokasi kawasan Pegunungan Wamena dan rumah-rumah asli milik penduduk. Jalan ceritanya seputar cita-cita gigih seorang anak bernama Denias yang ingin bersekolah tinggi. Jalan cerita yang disadur dari kisah nyata.

Lost In Papua (2011)

Foto: id.wikipedia.org

Bagi Anda yang ingin menyaksikan langsung kota paling Timur di Indonesia, yakni Merauke, seperti apa, tonton Lost In Papua. Film yang menceritakan Rangga dan timnya yang sedang mencari titik penambangan baru. Sutradara dengan cerdik menyuguhkan kemolekan latar Pantai Lampu Satu, Jembatan Tujuh Wali-Wali, Tugu LB. Moerdani, dan beberapa suasana di kota tersebut.

Di Timur Matahari (2012)

Foto: youtube.com

Tema edukasi sangat kental di film ini. Begitu halnya dengan keindahan tanah Papua yang tiada bandingannya. Syutingnya sendiri ditempatkan di kabupaten Lany Jaya. Daerah yang sangat terpencil, namun memiliki kekayaan yang tak ternilai. Memanjakan penonton dengan sederetan gunung, air jernih, dan sebagainya.

Cinta dari Wamena (2013)

Foto: id.wikipedia.org

Cerita dalam Cinta Dari Wamena cukup kompleks. Dari perjuangan tiga sahabat yang ingin meraih pendidikan tinggi, hingga memutuskan pergi ke Wamena agar bisa sekolah gratis, pergaulan tidak sehat, sampai kisah perantauan di Jakarta. Tantangan yang sesungguhnya banyak dialami oleh anak-anak di Papua. Keinginan bersekolah kerap terbentur dengan berbagai persoalan pelik.

The Salt of the Earth (2014)

foto: pmfilm.ca

The Salt of the Earth adalah garapan Hollywood. Film dokumenter yang menceritakan perjalanan seorang fotografer, Sebastiao Salgado, ke banyak pelosok dunia. Salah satunya ke Kampung Yali, Papua Barat. Panorama Papua sendiri disorot dengan begitu apik. Hingga membuat film ini mendapat aneka penghargaan perfilman. Film ini juga masuk sebagai nominasi Film Dokumenter Terbaik 2015 di ajang Academy Award.

Tanah Mama (2015)

Foto: hot.detik.com

Berbeda dengan film lainnya, Tanah Mama bercerita tentang adanya tantangan yang tak pernah mudah bagi para mama di sana. Salah satunya adalah mama Halosina. Seorang istri, ibu, dan pekerja keras. Apalagi setelah ditinggal suaminya menikah lagi dan mesti menghidupi keempat anaknya. Belum lagi denda adat, diskriminasi, dan kekerasan yang terus mengintai.

Epen Cupen (2015)

Foto: mncpictures.com

Epen Cupen diangkat dari koleksi humor yang sebelumnya terkumpul di kanal YouTube. Bergenre komedi laga. Lokasinya sendiri mengambil tiga tempat, yakni Jakarta, Jayapura, dan Merauke. Oleh sang sutradara, film ini sengaja mengolaborasikan humor, adegan seru, dan pemandangan tanah Papua yang tidak bisa tidak harus ditampilkan ke publik. (LAF)

Baca juga: Bahaya Mengintai Saat Anak Menonton Tak Sesuai Usia

 

Foto: Istimewa

Follow Instagram @ETALASEBINTARO @ETALASEMEDIAKULINER

Comments

comments