04

Alasan Dibalik Orang Tua Tak Mengenalkan Sex Education Pada Anak

Bagi sebagian keluarga, membicarakan persoalan seks belum banyak terjadi. Pembahasan yang sebisa mungkin dihindari karena beberapa sebab. Orang tua enggan membahas soal sex education.

Sebab bagaimanapun, anak tidak terlepas dari orang tua bersikap. Saat orang tua tidak memberikan sex education di rumah, kemungkinan anak juga tidak mengetahui manfaat di baliknya. Kemungkinan mendapat sex education secara benar hanya dari  guru di sekolah. Selebihnya, sangat mungkin anak mendapat paparan seks tidak tepat dan salah kaprah.

Padahal orang tua bisa memainkan perannya dengan optimal. Semakin melengkapi pengetahuan anak tentang seks dan menjadi bahan berdiskusi bersama. Ketika anak menemukan pertanyaan besar, dia tahu siapa yang harus diajak bicara. Bukan berlari ke tempat tak semestinya, atau melampiaskan melalui cara-cara yang tidak sehat. Anak merugi, orang tua juga harus menanggungnya.

Tabu

Tabu masih menjadi alasan kuat mengapa orang tua enggan membicarakan sex education bersama anaknya. Kurang elok diberikan sebagai materi pada anak-anak. Apalagi jika bukan anggapan seks sebagai konsumsi orang dewasa saja dan tidak etis diperbincangkan secara terbuka. Kurang baik lagi dan merasa malu bila sampai terdengar banyak orang.

Tak penting

Menganggap tak penting, membuat orang tua tak juga memberikan sex education di rumah. Kategori ini juga kerap menilai bahwa anaknya baik-baik saja, berada di lingkungan normal, dan akan tumbuh sebagaimana harapan orang tua. Jadi, mengapa harus dibicarakan? Padahal tidak ada yang bisa menjamin anak mengetahui seks dengan benar dari luar rumah.

Baca juga: Sikap Orang Tua Ketika Anak Mulai Jatuh Cinta

Terlarang untuk dibicarakan

Ada pula orang tua yang memang merasa terlarang membahasnya. Berbicara topik ini sama saja dengan mengenalkan pornografi, seks bebas, hamil di luar nikah, dan sebagainya. Walau faktanya tidak demikian. Sehingga obrolan tentang seks adalah sesuatu yang haram dikonsumsi. Selain melarang, orang tua juga terkesan menutup-nutupi.

Anak nanti tahu dengan sendirinya

Kelak anak akan tahu dengan sendirinya. Artinya, orang tua pasrah. Menyerahkan pengetahuan seks anaknya ke pihak lain. Meski tidak bisa memberikan garansi oleh siapa, kapan, dan dengan cara penyampaian seperti apa. Sangat rentan jika lantas ditungganggi oleh hal-hal yang tidak diinginkan. Seperti, anak mengenali seks bercampur materi tidak senonoh dan menganggap itu wajar.

Tak tahu mulai dari mana

Sering terjadi orang tua yang merasa bingung memulai dari mana. Barangkali merasa tak enak, tak tahu bahasa pengantar, usia anak perlu dikenalkan, khawatir banyak pertanyaan, dan sebagainya. Jika Anda berada dalam kategori ini, sebaiknya konsultasikan dengan psikolog anak atau membaca banyak referensi. Banyak yang memberikan solusi dan mudah dipraktekkan di rumah.

Baca juga: Cara Fun Ajarkan Anak Tentang Seks

Ada trauma di masa lalu

Satu lagi mengapa orang tua tak mendekatkan anak pada sex education. Ialah akibat ada trauma di masa lalu. Masa yang belum tuntas terselesaikan dan kini membuat orang tua tak ingin bersinggungan lagi. Entah sebagai pelaku atau korban. Dan berupaya untuk selalu menghindari topik pembicaraan ini. (LAF)

Baca juga: Ups, Ketahuan Anak Sedang Berhubungan Intim

 

Foto ilustrasi: Istimewa

Follow Instagram @ETALASEMEDIA @ETALASEMEDIAKULINER

Comments

comments