blurred-background-casual-cellphone-2566573

Menyikapi Rekan Kerja Kantor yang Terlibat Skandal

Kerja di kantor bisa jadi tak nyaman ketika rekan kerja terlibat skandal. Semuanya harus dilakukan dengan serba hati-hati. Baik tutur kata maupun perilaku padanya. Agar urusan kerja tetap lancar, dan relasi antar-personal tetap tentram.

Skandal sendiri diartikan sebagai insiden yang terpublikasikan, di mana diduga ada pelanggaran, aib, atau pencabulan moral. Pelaku sebelumnya diam-diam melakukan perbuatan amoral yang ditutupi. Namun seiring berjalannya waktu menyeruak ke permukaan, dan jadi perbincangan umum.

Seperti dengan sengaja menggelapkan uang perusahan, berselingkuh dengan sesama rekan kerja, mengambil properti kantor sebagai hak milik pribadi, berutang online yang menimbulkan kesulitan bagi banyak orang, dan sebagainya. Tindakan yang menodai reputasi pribadi dan mendatangkan kerugian pada kantor.

Begitu rekan terlibat, rekan-rekan kerja yang lain akan segera mengambil jarak. Tidak terkecuali Anda. Guna menghindari efek negatif yang bisa ikut menimpa diri. Akan tetapi komunikasi harus terus berjalan. Khususnya bila ia tetap dipertahankan perusahaan sebagai karyawan dan menjadi rekan kerja Anda. Sedang entah kapan ia akan segera keluar.

Tetap bersikap wajar

Selama dia tercatat sebagai karyawan, berarti dia masih rekan kerja. Singkirkan dulu kabar skandal yang serasa membuat dia layak dibenci. Tetap tunjukkan sikap wajar dan profesional dalam menjalankan tugas. Serahkan saja urusan pribadinya pada pihak yang lebih tepat, misalnya HRD. Jadi, tetap fokus pada tanggung jawab Anda di kantor.

Hindari mengambil topik panas berdua saja

Ketika hanya berdua, ambil topik pembicaraan yang netral. Atau lakukan kesibukan sehingga tak perlu banyak mengobrol dengannya. Sebaliknya, hindari mengambil topik panas, apalagi diawali dari Anda. Hanya akan memicu perdebatan dan selisih berkepanjangan.

Jangan melontarkan candaan

Jangan melontarkan candaan yang berbahan kasus skandalnya. Anda tak bisa menduga apa dampaknya. Barangkali dia akan diam saja, karena berada di posisi yang lemah. Namun suatu saat, saat rekan kerja berbalik pada situasi menguntungkan, mungkin ia akan melancarkan balasan. Lebih baik tetap sapa dan bicara secara sopan.

Jangan spontan bertanya

Meski isu begitu santer terdengar dan terus berembus, jangan sekali-kali bertanya langsung padanya. Terlebih spontan bertanya tanpa ada pengantar basa-basi. Tahan diri untuk tidak bersikap demikian. Jawaban belum tentu diberikan, sementara hubungan kerja Anda dengannya terancam retak. Entah bagaimana memperbaikinya sebab seringan apapun skandal yang dilakukan termasuk hal yang sensitif.

Hati-hati jika dicurhati

Dan, hati-hati jika rekan kerja tersebut mendatangi Anda untuk curhat. Jangan langsung serta merta memberikan belas kasihan. Juga langsung melayangkan stempel buruk pada dirinya. Sebaiknya ambil sikap yang aman, yakni dengan mendengarkan seluruh curhatannya. Sampaikan terus terang bila tak bisa memberikan jalan keluar.

Siap-siap dengan keputusan kantor

Perbuatan satu orang bisa menimbulkan berbagai akibat. Salah satunya keputusan kantor yang pada akhirnya juga mengenai Anda. Jadi bersiap-siap saja. Contohnya kantor menugaskan Anda mengambilalih segala tugas yang sebelumnya dipegang rekan kerja yang terlibat skandal, melakukan upaya perbaikan nama perusahaan, hingga ditugaskan untuk menyampaikan kebijakan tertentu pada rekan kerja yang dimaksud. Kadang keputusan menguntungkan, namun adakalanya memang merugikan. (LAF)

Baca juga: Hindari Toksin dalam Relasi Kerja

Foto ilustrasi: Pexels

Follow Instagram @ETALASEBINTARO @ETALASEMEDIAKULINER

Comments

comments