26

Penyebab Tak Kunjung Naik Jabatan

Sering menjadi pertanyaan besar, mengapa seseorang tak kunjung naik jabatan padahal sudah lama bekerja. Jangan terburu-buru menyalahkan perusahaan. Bisa saja, kesalahan sebenarnya terletak pada karyawan itu sendiri. Perlu diamati dan diperbaiki, agar tidak terus merugi.

Karena seiring perkembangan zaman dan kualitas sumber daya manusia, perusahaan akan terus menyaring guna mendapat tenaga kerja terbaik. Mereka yang tidak bisa mengikuti tren akan tergerus dengan sendirinya. Dimulai dari tiadanya kenaikan karier lalu kemungkinan besar berlanjut pada penawaran pensiun dini.

Sementara berhenti dari satu perusahaan dan melanjutkan kerja di perusahaan lain juga tidak mudah. Riwayat kerja yang mentok ditambah dengan menyandingkan pada angka usia tentu jadi pertanyaan besar. Belum lagi jika berbicara mengenai upah yang segitu-gitu saja, kurang memuaskan untuk menutupi berbagai kebutuhan, apalagi mewujudkan beberapa impian.

Kerja keras tapi bukan kerja cerdas

Bekerja keras memang benar. Tapi lebih baik lagi bila diimbangi dengan kerja cerdas. Tetap berkomitmen menuntaskan pekerjaan sembari menyertakan tenaga dan pikiran yang kreatif. Lebih diapresiasi ketimbang hanya bekerja keras yang hanya mengandalkan tanggung jawab semata. Tidak ada kreasi dan inovasi yang sebenarnya juga tak kalah penting dibutuhkan oleh perusahaan.

Bermasalah dalam kepribadian

Perusahaan dan jajaran atasan pada dasarnya kurang berminat pada karyawan yang memiliki masalah dalam kepribadian. Egois, tidak bisa kerja sama, pemarah, tidak mau urun tangan, dan sebagainya. Ditambah sering mengunggulkan kepentingan sendiri di sela-sela kesibukan kantor. Mungkin sekali bisa ditoleransi, namun saat terus terjadi, tentu yang lain jadi enggan untuk menawarkan posisi yang lebih tinggi.

Dikenal bukan orang optimis

Pesimis juga masuk perhitungan sebagai penyebab gagalnya seseorang tak naik pangkat dalam sekian waktu. Sifat negatif yang diarahkan dalam memandang semua hal. Pada dirinya sendiri, pada orang-orang di sekitar, termasuk segala hal yang menyangkut urusan perusahaan. Jelas sifat seperti ini susah untuk diajak maju, karena pandangannya yang negatif melulu. Maka penawaran posisi pun tak kunjung terjadi.

Pekerjaan kerap terlambat

Atau kedapatan seringkali terlambat memenuhi tenggat waktu pekerjaan. Meski dengan menyertakan alasan yang berlogika. Lama-kelamaan, meski tetap mendapat pemakluman, karyawan tersebut akan disingkirkan pelan-pelan. Masih dipercaya memegang posisi yang sama, namun tidak untuk yang lebih tinggi apalagi posisi strategis.

Bersaing tak sehat

Mereka yang tenar dengan persaingan tak sehatnya juga rentan tak mengalami kenaikan pangkat. Terlebih saat isunya sudah sangat kental dan banyak orang telah terlukai oleh perbuatannya. Jabatan sengaja tidak dinaikkan dengan berbagai pertimbangan. Misalnya khawatir perbuatannya akan lebih menjadi-jadi, makin menindas yang lain, serta lainnya.

Menyusahkan

Karyawan yang sering menyusahkan juga tak menarik di mata perusahaan. Terlalu kerap meminta tolong dalam durasi waktu berdekatan, pekerjaan yang tak tuntas hingga harus meminta bantuan dari rekan-rekan yang lain, hingga menimbulkan kritik dari banyak klien. Perbuatan menyusahkan cenderung menunjukkan bahwa karyawan tak mampu mengatasi kesulitannya sendiri. Apalagi untuk tingkat responsilitas posisi yang lebih tinggi. (LAF)

 

Foto ilustrasi: Pexels

Follow Instagram @ETALASEBINTARO @ETALASEMEDIAKULINER

Comments

comments