20

Sebelum Menerima Lamaran Duda Punya Anak

Ajakan menikah tidak selamanya datang dari status yang sama. Lamaran bisa pula diajukan oleh seorang duda. Memiliki seorang anak, bahkan lebih. Diterima atau tidak, putuskan dengan kepala dingin. Sebab ini merupakan keputusan krusial, berdampak dalam jangka panjang.

Selain tentu mesti mengetahui tujuan ajakan menikah. Seperti ingin menjadikan Anda sebagai pengisi hidupnya yang kesepian, sebagai seorang ibu untuk anaknya, atau untuk apa? Sangat penting satu sama lain mempunyai goal yang sama. Tidak hanya menguntungkan salah satu, lantas menuntut yang lain tanpa memberikan pilihan yang lain.

Terlebih ada stigma kurang baik bila menikah dengan duda, atau yang pernah menikah. Yang mana kemudian membuat restu dari keluarga tidak mudah didapat. Walau sama-sama sudah saling cinta dan anaknya menerima, pernikahan tak kunjung digelar. Karenanya pertimbangkan berbagai faktor, agar pernikahan kelak berbuah manis bagi semua.

Selidiki kenapa dia menduda

Pastikan Anda mengetahui kenapa dia sampai menduda. Barangkali alasan kematian istri terdahulu lebih mudah untuk diterima. Dibanding perceraian yang memerlukan pertimbangan ekstra mengingat dia pernah gagal dalam pernikahannya.

Namun bukan berarti bercerai selamanya salah. Telisik terus alasan berpisah hingga kemudian Anda bisa menemukan keputusan yang tepat. Diterima atau menolaknya dengan baik-baik.

Langsung jadi ibu

Saat menikah nanti, Anda akan langsung jadi ibu. Ikut bertanggung jawab sepenuhnya atas kebutuhan anak dan tumbuh kembangnya. Semuanya harus dipersiapkan dari sekarang. Meluangkan waktu dan tenaga untuk anaknya. Apalagi bila Anda tidak bekerja dan lebih banyak di rumah bersamanya. Siapkah Anda?

Anaknya, anakmu juga

Pernikahan otomatis membuat anaknya menjadi anak Anda. Sekalipun terbayangi-bayangi kata “tiri” pada status sebagai ibu dan anak. Anda tetap berkewajiban mengasuhnya. Juga terus berlanjut saat kelak ada anak yang lahir berkat pernikahan dengan sang duda. Tidak membuat sekat-sekat yang berbeda dengan anak kandung sendiri.

Siap untuk tangguh

Siapkan diri untuk tangguh. Atas segala situasi dan kondisi. Muncul perlahan atau yang spontan. Sehubungan dengan relasi dengan suami, bersama anak, dan lainnya. Tidak selamanya akan berjalan sesuai dengan rencana. Nampak manis di depan mata, tetapi begitu dijalani semuanya bagai jalan terjal berbatu-batu besar.

Namun jangan menyerah. Tangguh harus, akan tetapi meminta untuk bermanja-manja ria tentu tetap hak Anda.

Dapat dukungan dari orang tua

Restu dan dukungan orang tua sangat mutlak. Support system yang disadari atau tidak, ikut menentukan keharmonisan usia pernikahan. Mem-back up secara total bila Anda menemui masalah krusial. Dan sebaliknya, akan sulit berlari kembali ke pelukan mereka, andai sejak awal memang lampu hijau tak pernah menyala.

Jalin harmoni dengan mantan dan keluarga besarnya

Kelak pernikahan juga meminta kesediaan Anda menjalin interaksi baik dengan keluarga besarnya. Lebih dari itu juga relasi yang damai dengan mantan istri, termasuk keluarganya pula. Semuanya demi merawat kebaikan bersama. Sebab masalah yang lalu harus diakhiri. Berganti dengan hidup yang tenteram dan harmoni. (LAF)

 

Foto ilustrasi: Pexels

Follow Instagram @ETALASEBINTARO @ETALASEMEDIAKULINER

Comments

comments