16

Bahaya Mengintai Di Balik Perut Gendut

Sudahi menilai bahwa perut gendut merupakan tanda kemakmuran. Perut gendut juga bukan barometer normal seiring bertambahnya usia seseorang. Ada ancaman mengerikan dan harus diwaspadai dari sekarang.

Penyebabnya sendiri akibat lemak yang menumpuk di perut. Di tubuh, lemak sendiri terbagi dua. Yang pertama bernama lemak viseral yang terletak di dalam rongga perut. Kedua disebut lemak subkutan yang berada di lapisan kulit. Nah, perut buncit diakibatkan oleh lemak viseral yang terlalu berlebihan. Membungkus berbagai organ dalam perut, terutama hati, pankreas, dan usus.

Bagi perempuan, perutnya masuk kategori buncit jika lingkar pinggang lebih dari 88 cm. Sedang untuk kaum Adam melebihi 102 cm. Lingkar perut otomatis membesar seiring dengan bertambah tingginya kandungan lemak viseral. Berkorelasi pula pada peningkatan risiko yang mengancam. Begitu pula dengan sebaliknya.

Bagaimana kemudian lemak ini bisa menumpuk di perut? Tentu dipengaruhi oleh beberapa faktor. Di antaranya berat badan ekstra, kurang tidur, kurang olahraga, stres berkepanjangan, kondisi penuaan, kondisi genetik, serta konsumsi makanan tak sehat. Seperti tinggi gula dan lemak trans.

Akhirnya ketika lemak menumpuk di perut, terjadi peradangan senyawa yang dijuluki sitokin. Zat inilah yang lalu menjadi pengantar penyakit mulai hinggap. Pelan hampir tak terasa, namun saat telah menyerbu penanganannya terbilang tidak mudah dan perlu waktu lama.

Diabetes tipe 2

Lemak viseral yang telah mengendap di dalam rongga perut menghasilkan retinol binding protein. Jenis protein yang ternyata bersifat menyerang insulin. Membuat kerja hormon untuk mengontrol gula darah melemah. Maka lama kelamaan muncul diabetes melitus atau diabetes tipe 2.

Di mana sekarang semakin banyak muncul, meski dalam riwayat keluarga tidak ada gen penurun diabetes. Apalagi jika bukan karena lifestyle yang kurang tepat.

Seputar jantung dan stroke

Selain menghasilkan sitokin, lemak viseral juga memproduksi kolesterol. Saat kolesterol tidak terkelola, ia akan berlanjut dengan memunculkan plak. Ketika plak menempel di pembuluh darah, aliran jadi tersumbat. Rentan bagi kelancaran dinamika jantung. Tidak mengherankan bila pemilik perut gendut mudah terkena serangan jantung mendadak.

Sementara ketika plak ada di otak, ia akan menjadi ancaman fatal. Berupa stroke yang bisa terjadi kapan saja dan di mana saja.

Hipertensi

Hipertensi juga diduga kuat terpicu oleh lemak viseral. Potensi kasusnya sebanyak 22 persen lebih banyak bila dibanding pemilik perut yang rata. Semakin kuat terjadi apabila lemak viseral sudah sampai menekan organ ginjal dan kelenjar adrenal. Fungsi organ untuk menjamin tekanan darah normal terusik. Akibatnya, tekanan darah meningkat alias hipertensi.

Kanker

Kanker payudara dan kanker kolorektal paling banyak ditemui sehubungan adanya perut buncit. Oleh sebab  fibroblast growth factor-2 (FG2), zat yang dibuat oleh lemak viseral. Zat jahat yang mengawali debutnya lewat peradangan. Sementara waktu berjalan, lantas mengubah sel-sel normal menjadi sel-sel kanker. Silent killer yang menyertakan serangan mematikan. (LAF)

 

Foto ilustrasi: Pexels

Follow Instagram @ETALASEBINTARO @ETALASEMEDIAKULINER

Comments

comments