13

Menaruh Hati Pada Pacar Sahabat

Cinta memang tak bisa diprediksi. Adakalanya harus menyangkut pada orang yang salah. Ingin dimiliki sepenuh hati, sayangnya sudah menjadi milik teman. Sahabat sendiri yang erat berinteraksi. Lantas, bagaimana mengelola urusan emosi yang satu ini?

Tentu tidak mudah. Tak bisa menghilang dalam sekejap. Sedikit salah langkah, imbasnya bisa panjang. Namun membiarkannya terus bersemi juga tak baik bagi diri sendiri.

Jangan gegabah. Gunakan akal sehat. Selamatkan relasi dengan sahabat meski ada bayang-bayang indah pada pasangannya. Enyahkan asmara terlarang ini dan percaya bahwa Anda bisa melaluinya.

Mengakui, tanpa harus mengasihi

Akui saja semua rasa yang terlanjur hinggap di hati. Tak perlu mengelak, terlebih antipati. Hanya akan menyakiti diri. Namun, ingat, tak perlu pula diumbar pada banyak orang, khususnya sabahat sendiri.

Di sisi lain, jangan memberi kasih sebagaimana layaknya seorang kekasih. Sadari itu, dan Anda akan merasa lebih lega pada yang telah terjadi.

Bersikap sewajarnya

Seberapapun menggeloranya, perasaan ini harus segera diakhiri. Namun bukan berarti menghindari atau bersikap berlebihan. Cukup sewajarnya saja. Justru ketika Anda menampakkan reaksi yang tak biasa, hanya akan mengundang tanya. Lalu curiga dan entah bagaimana kelanjutannya.

Pikirkan perasaan sahabat

Pikirkan perasaan sahabat jika suatu saat Anda tak bisa menahan asmara lagi. Ingin segera memilikinya atau terlibat cinta segitiga. Kalaupun Anda mendapatkan dia, hubungan tidak akan seindah impian. Sahabat terluka, keluarga belum tentu menerima, dan teman-teman lain mulai menjauhi. Belum lagi cap negatif yang akan dilayangkan pada pribadi Anda sebagai perebut pasangan orang.

Dahulukan logika

Cinta itu buta. Dan obatnya adalah logika. Singkirkan perasaan sementara, dan kedepankan nalar sehat yang Anda punya. Coba pikir kembali tentang rasa cinta yang melanda. Sebab tak jarang, pandangan mata mengelabui akal sehat kita. Dalam sekali pandang sudah dianggap cinta, padahal mungkin itu sekadar kagum semata.

Fokus pada yang utama

Ketimbang sibuk memikirkan pacar sahabat, lebih baik temukan wadah yang tepat. Seperti fokus pada yang utama. Aktivitas yang sedang digeluti, studi misalnya. Supaya cepat kelar dan Anda segera mendapatkan pekerjaan secara profesional. Waktu tak terbuang sia-sia. Berbeda dengan hanya melamun dan berharap dia datang sukarela walau entah kapan kesampaian.

Temukan yang lain

Temukan yang lain sebagai pengisi hati yang gundah. Sesosok lain yang memang pantas dan layak dicintai. Namun bukan sebagai pelarian atau harus sama dengan kekasih sahabat. Yang ada malah cinta lama tetap mengendap, sedang kekasih sendiri tak berhasil menduduki hati. Coba bersama sosok yang baru membangun hari-hari yang lebih berarti bagi satu sama lain.

Tunggu hingga mereka usai

Andai memang cinta tak bisa dihapus, tak ada cara lain selain menunggu. Hingga mereka usai dan tak berstatus sebagai pasangan resmi. Itupun perlu disesuaikan dengan waktu dan situasi. Guna menjalin relasi yang harmoni dan tak menciptakan keretakan dengan sabahat suatu saat nanti. (LAF)

 

Foto ilustrasi: Pixabay

Follow Instagram @ETALASEBINTARO @ETALASEMEDIAKULINER

Comments

comments