major festival of the Muslims

Uniknya Tradisi Idul Adha Masyarakat Indonesia

Dari menjemur kasur hingga berebut bendera, itulah beberapa tradisi yang dilakukan masyarakat Indonesia di berbagai daerah dalam menyambut Idul Adha. Tradisi-tradisi tersebut memiliki kearifan tersendiri dan sarat makna.

Hari Raya Kurban memang merupakan ibadah bagi umat Islam sedunia. Namun peleburan antara Islam dan budaya setempat, melahirkan tradisi Idul Adha yang khas pada suatu daerah. Dan tentu saja, Indonesia yang begitu melimpah dengan berbagai budaya daerah, memiliki aneka perayaan Idul Adha yang unik.

Mepe Kasur, Banyuwangi

Foto: antarafoto.com

Masyarakat Osing, Kecamatan Glagah, Banyuwangi selalu berbarengan menjemur kasur di depan rumah setiap menjelang Idul Adha. Itulah sebabnya tradisi ini disebut Mepe (menjemur) Kasur. Kasur yang dijemur juga seragam, yaitu berwarna hitam dengan pinggiran merah. Konon, hitam sebagai simbol kelanggengan rumah tangga, sedangkan merah berarti berani.

Masyarakat setempat meyakini, menjemur kasur dapat membersihkan diri dari segala penyakit. Warga beranggapan, kasur sangat dekat dengan manusia. Sehingga bisa menjadi sumber penyakit bila kotor.

Selain itu, tradisi ini juga untuk memberi kelanggengan pada pasangan suami istri. Karena setelah kasur dijemur dan dibersihkan, maka kasur akan empuk kembali. Dengan begitu, pasangan suami istri dapat tidur dengan lebih nyaman seperti pengantin baru.

Proses menjemur dilakukan dengan aturan tertentu, yaitu dimulai begitu matahari terbit dengan diiringi doa sambil diperciki air bunga. Tujuannya, agar pemilik rumah terhindar dari bencana dan penyakit.

Setelah tengah hari, kasur digulung dan dimasukkan kembali ke dalam rumah. Karena bila tidak segera dimasukkan hingga matahari terbenam, dipercaya kebersihan kasur hilang, begitupun khasiatnya dalam mengusir penyakit.

Setelah kasur-kasur dimasukkan, dilanjutkan dengan tradisi arak-arakan barong dari ujung desa menuju batas akhir desa. Dilanjutkan dengan berziarah ke Makam Buyut Cili, yang diyakini warga sebagai penjaga desa.

Pada malam hari, sebagai puncak acara, digelar selamatan Tumpeng Sewu. Semua kepala keluarga mengeluarkan tumpeng dengan lauk pecel pithik atau ayam panggang dengan parutan kelapa. Di depan pagar rumah warga juga dinyalakan obor. Wah seru, ya.

Kaul Negeri dan Abda’u, Maluku Tengah

Foto: antarafoto.com

Setiap Idul Adha, warga dari berbagai penjuru kota Ambon memadati Negeri Tulehu, Kecamatan Salahutu, Maluku Tengah. Mereka berarakan mengantarkan hewan kurban berkeliling untuk kemudian disembelih dan dagingnya dibagikan kepada masyarakat yang berhak.

Serunya, saat arak-arakan tersebut, ratusan pemuda melaksanakan tradisi Abdau, yaitu berebut bendera yang merupakan simbol agama yang disimpan di masjid Negeri. Para pemuda tersebut beradu sekuat tenaga, bahkan ada yang sengaja menjatuhkan diri dari atap rumah ke kerumunan pemuda yang sedang berebut bendera. Tak heran, saat acara tersebut berlangsung beberapa pemuda kerap terluka.

Konon, tradisi tersebut diadakan untuk mempererat hubungan antarwarga Maluku yang beberapa tahun lalu sempat terlibat konflik.

Meugang, Aceh

Foto: acehtrend.com

Disebut juga Makmeugang, yaitu tradisi menyembelih kurban kambing atau sapi kemudian dagingnya dimasak untuk dinikmati bersama sekeluarga dan kerabat, juga para yatim piatu. Selain hewan kurban masyarakat Aceh juga menyembelih ayam dan bebek.

Tradisi ini tak hanya dilakukan saat Idul Adha, namun juga ketika Idul Fitri, dan Ramadan. Pantang bagi keluarga tidak memasak daging pada hari Meugang. Karena tradisi ini merupakan bentuk syukur atas rezeki yang didapat setelah bekerja keras selama 11 bulan.

Kebiasaan ini telah dilakukan masyarakat Aceh sejak ratusan tahun lalu. Tepatnya ketika Kerajaan Aceh dipimpin Sultan Iskandar Muda. Beliau memotong hewan dalam jumlah banyak, kemudian dagingnya dibagikan gratis kepada seluruh rakyat. Para pejuang Aceh pada masa itu mengawetkan daging tersebut sebagai perbekalan ketika mereka bergerilya. (YBI)

 

Foto ilustrasi: freepik/created by jemastock

Follow Instagram @ETALASEBINTARO @ETALASEMEDIAKULINER

Comments

comments