06

Ulah Tetangga Yang Bisa Diperkarakan Ke Ranah Hukum

Rukun antar-tetangga tidak selamanya berlangsung. Kadang harus tercemari oleh ulah salah satunya. Teramat mengganggu dan tidak bisa diselesaikan kekeluargaan. Namun bukan berarti tak bisa selesai. Kini tetangga yang berulah bisa digugat. Peringatan jitu yang bikin jera tak mengulangi.

Bagaimanapun tetangga yang berbuat ulah harus dibuat jera. Tidak bisa di posisi untung terus menerus, tetapi menimbulkan derita pada lingkungan sekitar. Terutama tetangga kiri dan kanannya. Apalagi saat sudah diperingatkan, tetangga tak kunjung introspeksi dan menyudahi kesalahan.

Mereka yang melaporkan juga tak perlu merasa risih atau sungkan. Langkah ini justru untuk menegaskan bahwa hidup bertetangga sudah selayaknya menghormati sesama. Tidak ada yang berkedudukan lebih tinggi dari lainnya sehingga berhak menindas. Sama-sama penyandang status warga setempat, artinya harus menjunjung tinggi adab. Sekali mencemari, berarti siap dengan segala risiko. Termasuk dilaporkan pada pihak yang berwenang dan menikmati hukuman.

Beternak di rumah

Pikir ulang jika ingin beternak di rumah. Meski berjumlah hanya seekor dan beralasan menekan biaya. Tetangga yang merasa terganggu dapat mengajukan keberatan berdasar 1368 KUHP. Tindakan tersebut mengganggu kenyamanan melalui suara, pencemaran air, dan menimbulkan bau. Bila gugatan dikabulkan, tetangga yang beternak wajib menanggung kerugian dan membayar denda.

Pohon yang dianggap mengganggu

Begitu pula dengan pohon tetangga. Gugatan bisa diajukan saat sudah mencapai level membahayakan atau merusak bangunan. Misalnya saat musim penghujan, daun dan dahannya patah, lantas menyumbat saluran air dan sebagainya. Pasal 201 angka 1 KUHP bisa membantu Anda menuntaskan perkara, jika ada tetangga tak segera beriktikad baik mengurus pohonnya.

Rumah terkepung tembok tetangga

Ada dua pasal berguna untuk menuntaskan persoalan rumah yang terkepung tembok tetangga. Hingga menutup akses keluar masuk. Di antaranya pasal 667 KHUP dan pasal 668 KUHP yang menjadi dasar tuntutan agar tetangga menyediakan akses, dengan merelakan sebagian tanahnya dan menanggung biaya paling minimum.

Parkir sembarangan

Pasal berlapis siap menanti bagi tetangga yang suka parkir sembarangan. Tak punya garasi dan memanfaatkan lahan umum sebagai tempat mangkal mobilnya. Yakni pasal 671 KUHP dan pasal 1365 KHUP. Khusus di DKI Jakarta, aturan parkir makin dikuatkan dalam Perda No 5 Tahun 2014 Pasal 140 ayat 1 dan 2. Tinggal siapkan saksi dan bukti yang kuat.

Penghinaan

Bedah kembali jenis penghinaan jika dilakukan tetangga pada Anda. Apakah berkategori hinaan terhadap ras, menuduh melakukan sesuatu, atau memaki. Semuanya disampaikan dalam bahasa kasar tanpa dasar. Hukum mengaturnya dalam UU Nomor 40 Tahu 2008 tentang penghapusan diskrimnasi ras dan etnis, juga pasal 310 KUHP, pasal 311 KUHP, dan pasal 315 KUHP.

Penyeborotan tanah

Jangan khawatir jika tanah Anda diserobot tetangga tanpa kejelasan ganti rugi dan jalan keluar yang pasti. Anda bisa mengadukan masalah ini. Tetangga yang bermasalah tersebut akan dihadapkan pada UU No 51 PRP Tahun 1960 tentang larangan pemakaian tanah tanpa izin yang berhak atau kausanya. (LAF) 

 

Foto ilustrasi: Pixabay

Follow Instagram @ETALASEBINTARO @ETALASEMEDIAKULINER

Comments

comments