05

Cara Promosi Yang Kurang Dilirik Konsumen

Hati-hati bagi Anda yang berprofesi pedagang. Cek kembali bentuk promosi produk yang dipasarkan selama ini. Sebab ada beberapa bentuk promosi yang ternyata tidak menarik di mata konsumen.

Jangankan dilirik, bisa-bisa promosi yang diluncurkan justru mengundang antipati dan reaksi keras. Alhasil sedari awal sulit mendulang untung. Mengembalikan citra diri atau perusahaan juga bukan hal yang mudah. Serasa sia-sia meraup simpati dari khalayak ramai.

Parahnya lagi, cara promosi yang salah juga berkorelasi pada promosi-promosi berikutnya. Jika tidak segera dikoreksi dengan wajah baru, alias masih menampilkan metode serupa, sama saja dengan menamatkan profesi dengan sendirinya. Tinggal menghitung waktu. Dampaknya sangat terasa baik dalam jangka pendek, maupun jangka panjang.

Berbelit-belit

Tren konsumen saat ini ingin mendapatkan info secara cepat dan instan. Dalam waktu singkat, inti info bisa didapat. Artinya mereka kurang suka dengan cara yang berbelit-belit. Utamanya promosi yang dikemas dalam tulisan, lisan, dan video. Misalnya yang tertera dalam brosur, poster, iklan, penjelasan sales, muatan iklan, media sosial, dan sebagainya.

Langsung saja pada pokok utama. Tambahkan keterangan harga dan diskon bila ada. Penjelasan bertele-tele justru malas disimak dan didengar. Sekalipun kualitas produk dan pelayanan jasa tergolong high quality.

Mengganggu tempat umum

Konsumen juga batal tertarik saat mendapati tempat umum di mana dia berada terganggu oleh acara promo Anda. Timbulnya kemacetan, mengeluarkan suara terlalu bising, ulah petugas promo kurang bersahabat, poster atau baliho yang dipasang membahayakan, adalah sebagian contohnya. Jadi rancang sebaik mungkin agenda pengenalan produk secara langsung pada konsumen di lapangan.

Sering mengontak langsung

Hindari terlalu sering menghubungi langsung. Mengirimkan pesan ke nomor pribadi, memasang iklan di laman akun media sosial, hingga menelepon berulang-ulang. Konsumen mudah jadi jengah dan langsung menutup akses kontak. Akibat yang sangat fatal bagi para pedagang. Sebagai gantinya, Anda bisa mengirim berita promo lewat email. Bersifat slow responsed, tapi lebih menjanjikan untuk dibaca dengan seksama.

Menjelekkan produk dan pedagang lain

Lebih baik unggulkan produk sendiri. Ketimbang menggelar promosi tetapi dengan menjelekkan produk dan produsen lain. Konsumen dapat mempertimbangkan keunggulan dan keuntungan jika membeli produk Anda. Sementara bila hanya merendahkan produk lain, konsumen kurang menangkap kelebihan. Malah muncul keraguan dan stigma negatif akan profil produk.

Merendahkan posisi konsumen

Promosi yang merendahkan posisi konsumen tidak berbeda dengan pepatah senjata makan tuan. Seperti menyerang identitas terkait suku, budaya, agama, ras, pilihan politik, serta lainnya. Produk langsung masuk daftar hitam, seolah haram untuk dikonsumsi. Belum lagi hujatan, kritikan, hingga ancaman pencabutan peredaran di pasar mengancam.

Tidak sesuai fakta

Faktor kejujuran selalu nomor satu. Oleh sebab itu, jangan sekali-kali menyajikan data yang tidak sesuai fakta. Umpamanya berhubungan dengan harga dan garansi. Apabila kelak mendapati konsumen yang jeli, Anda akan dibuat repot sendiri. Dampaknya bisa berkepanjangan, terlebih saat ini berita cepat menyebar tanpa bisa dikontrol. (LAF)

 

Foto ilustrasi: Pexels

Follow Instagram @ETALASEBINTARO @ETALASEMEDIAKULINER

Comments

comments