04

Biaya Wisata Yang Menyedot Dana Besar

Wisata tentu membutuhkan dana. Tetapi ada sebagian alokasi biaya yang menyedot dana besar. Bahkan bisa dikatakan terlalu ekstra. Yang membuat wisata terkadang tak lagi jadi murah.

Di samping ada beberapa kebiasaan yang ternyata turut menyumbang pembengkakan anggaran berlibur. Sayangnya tanpa disadari, karena terlena oleh suasana rileks liburan. Juga kadang ada anggapan bahwa mengeluarkan uang berlebih dari alokasi semula tak mengapa. Sebabnya beralasan ringan, inilah liburan dan saatnya bersenang-senang.

Padahal jika dirunut lagi, kebobolan finansial bisa berbahaya. Anggaran wisata yang seharusnya bisa mandiri, nyatanya harus menyedot dana dari kebutuhan lain. Akhirnya keuangan bisa tak sehat lagi. Tak ubahnya seperti tambal sulam saja. Dampaknya bisa dirasa setelah liburan usai, dan berkepanjangan ke depan.

Jadi tetap awas terhadap kebiasaan diri sendiri. Kontrol pengeluaran sangat dibutuhkan. Rileks dan nyaman boleh saja. Namun tetap mawas agar setelah libur tak ada waswas.

Tiket

Harga tiket memang tak bisa Anda kendalikan. Sehingga adakalanya harus merelakan sejumlah dana besar guna menebusnya. Bahkan, harga tiket bisa dikatakan menduduki posisi utama. Utama sebagai pertimbangan jadi liburan atau tidak, juga utama sebagai yang termahal dibanding kebutuhan wisata yang lain. Apalagi bila Anda berlibur sekeluarga.

Hotel

Begitu pula dengan hotel. Apalagi jika Anda dan keluarga menginginkan hotel bertaraf mewah. Lengkap dengan fasilitas di kamar plus penunjang akomodasi liburan. Tarifnya semalam tentu harus diperhitungkan dengan matang. Saat anggaran liburan menunjang, tentu tak jadi soal. Namun bila tak ingin kewalahan dengan urusan menginap, pilih saja hotel berbujet rendah asal cukup bersih dan nyaman.

Kuliner

Tren kuliner agaknya juga turut meminta dana besar. Dianggap biasa sebagai ritual tak terpisahkan selama liburan berlangsung, tapi hati-hati bagi Anda yang tak membuat anggaran khusus. Terlebih kuliner dilakukan lebih dari sekali dan dibebani oleh sekian orang. Hal ini perlu diwaspadai baik untuk menu makanan berat atau ringan, seperti camilan dan jajanan di pinggir jalan.

Belanja oleh-oleh

Sadar atau tidak, belanja oleh-oleh termasuk di dalam kategori. Tadinya tidak berniat membawa buah tangan, namun ketika berada di lokasi Anda mulai tergiur untuk membawanya pulang. Dibagikan pada orang-orang terdekat.

Ada pula yang harus mengeluarkan sejumlah dana akibat tak enak dituntut orang lain membawa oleh-oleh dari liburan. Pikir ulang sebelum semuanya terlanjur dibayar. Tidak ada salahnya mengabaikan oleh-oleh daripada harus menghadapi finansial pribadi tidak fit.

Menambah itinerary baru

Faktor lain ialah menambah itinerary baru. Ingin menjajal lokasi wisata baru yang belum ada dalam daftar sebelumnya, tapi efektif menyedot anggaran tambahan. Jika sekiranya masih terhitung sehat tentu tak mengapa. Akan tetapi jika angka tambahan sudah terlalu besar, Anda harus segera memikirkan jalan keluar terbaik sesegera mungkin.

Beli barang baru sebelum berangkat

Membeli barang baru sebelum keberangkatan berpotensi menambah dana makin membengkak. Misalnya beli baju dan sepatu baru. Wisata belum dimulai, namun dana sudah tergerus diawal. Rugi kan? (LAF)

 

Foto ilustrasi: Pexels

Follow Instagram @ETALASEBINTARO @ETALASEMEDIAKULINER

Comments

comments