03

Aneka Tempe Khas Indonesia yang Belum Banyak Diketahui

Tempe, makanan khas Indonesia ini, ternyata banyak macamnya. Perbedaannya terletak dari bahan dasar yang digunakan. Tempe-tempe ini juga bisa diolah menjadi aneka masakan. Sama lezat dan tak kalah bergizi seperti tempe kedelai.

Ketika harga kedelai impor sedang melambung, harga tempe pun ikut bikin pusing. Padahal tempe adalah salah satu makanan bernutrisi yang murah. Dan tempe hampir setiap hari tersedia dalam menu makan keluarga.

Jika harga tempe kedelai mulai melambung, atau Anda mulai jenuh dengan tempe kedelai, cobalah lirik berbagai jenis tempe ini. Rasanya tak kalah lezat, dan juga bisa Anda olah menjadi aneka masakan.

Tempe Gembus

Namanya memang tempe, tapi terbuat dari saudaranya, yaitu tahu. Tepatnya, ampas tahu. Tempe gembus memiliki tekstur yang lebih empuk dibanding dengan tempe kedelai. Rasanya juga lebih gurih.

Tempe ini umumnya diolah dengan cara digoreng, sebagai camilan sore. Di Solo, ada kuliner dari bahan sate gembus yang cukup terkenal, yaitu sate kere. Diolah seperti sate biasa, tempe gembus ditusuk, kemudian dibakar, dan disajikan bersama lontong dan bumbu sate. Tempe gembus juga bisa dijadikan bahan pelengkap untuk tumisan dan sayur lodeh.

Tempe Bungkil

Tempe ini khas masyarakat Jawa Timur, khususnya Malang. Terbuat dari bungkil kacang tanah yang telah diperas minyaknya, lalu diolah menggunakan ragi tempe. Teksturnya lebih empuk dibanding tempe kedelai, dan rasanya gurih.

Beberapa penelitian menunjukkan bahwa tempe ini mampu membantu penurunan trigliserida dan kolesterol jahat. Biasanya tempe bungkil disajikan dengan cara digoreng biasa dengan bentuk bulat.

Tempe Karet

Sesuai namanya, tempe ini memang berbahan baku biji karet. Tempe ini banyak terdapat di Sragen, Jawa Tengah, namun jarang ditemui di tempat lain.

Biji karet memiliki kandungan minyak nabati dan asam lemak tak jenuh yang tinggi, sehingga merupakan bahan pangan yang sehat. Bahkan biji karet disebut-sebut memiliki kandungan protein yang lebih tinggi dari kedelai. Selain itu tempe karet ini juga bisa disimpan dalam waktu lebih lama, yaitu sekitar dua minggu.

Tempe Koro Pedang

Kacang koro adalah bahan utama pembuatan tempe ini. Karena terbuat dari kacang koro maka tempe ini berwarna cokelat tua. Tempe ini merupakan tempe khas daerah Yogyakarta.

Layaknya tempe kedelai, tempe koro pedang ini juga memiliki kandungan nutrisi yang dahsyat. Sebuah penelitian yang dilakukan oleh ilmuwan dari Fakultas Farmasi Universitas Katolik Widya Mandala Surabaya, biji kacang koro memiliki efek penurunan kadar gula darah cukup besar.

Tempe Bongkrek

Beberapa tahun lalu tempe ini sempat membuat heboh karena munculnya banyak kasus keracunan setelah orang mengonsumsi tempe ini. Memang tempe khas Jawa Tengah ini bila sudah berwarna kekuningan sebaiknya jangan dikonsumsi.

Namun bila dalam keadaan segar, tempe yang berbahan dasar ampas kelapa parut ini sangat lezat. Saat segar tempe bongkrek akan berwarna hijau tua dan rasanya gurih. Biasanya masyarakat setempat mengolah tempe bongkrek dengan cara digoreng. Atau dibuat empis tempe bongkrek, yaitu semacam tumisan yang berisi tempe bongkrek yang dipotong dadu dicampur dengan pete. Disajikan bersama nasi panas. Sedaapp… (YBI)

 

Foto ilustrasi: Pixabay

Follow Instagram @ETALASEBINTARO @ETALASEMEDIAKULINER

Comments

comments