29

Kecantikan dan Kecerdasan Miss Auto Show di GIIAS 2019

Otomotif dan gadis cantik memang seiring sejalan. Begitu pula pada gelaran Gaikindo Indonesia International Auto Show (GIIAS) 2019. Para gadis cantik yang mendampingi mobil-mobil keluaran terbaru dari brand-brand otomotif makin menambah semarak gelaran world class auto show series yang berakhir Minggu (28/7) ini.

Tujuh finalis Miss Auto Show.

Namun tentu saja, para sales promotion girls (SPG) tak hanya jadi bunga di pameran. Para gadis cantik tersebut memiliki peran yang cukup penting sebagai brand representative. Karena itulah setiap tahun digelar kontes Miss Auto Show, termasuk pada GIIAS ke-27 yang berlangsung di ICE BSD ini. Tujuannya, untuk menemukan female representative figure terbaik dari para peserta pameran.

Kriteria Khusus

Tentu saja, tak mudah untuk lolos sebagai SPG di GIIAS 2019, apalagi masuk sebagai finalis Miss Auto Show 2019. Ada tiga karakter yang dinilai, atau dikenal dengan 3B, yaitu Brain, Beauty, and Behavior. Dudy Sulistiyo, pemilik ARDPRO yang telah sejak tahun 2003 mengoordinir para usher untuk ajang pameran otomotif menyebutkan, tidak sembarang perempuan bisa diterima untuk menjadi usher atau SPG di ajang GIIAS. “Setiap brand memiliki kritera tertentu yang dianggap mewakili karakter dari mobil tersebut,” jelas Dudy.

Sesi interview antara juri dan finalis Miss Auto Show.

Untuk Audi misalnya, menginginkan SPG yang terlihat matang dan elegan, dengan tinggi di atas 168 cm. Sedangkan merk lain, VW (Volkswagen) tidak terlalu mementingkan tinggi, tetapi harus cantik dan cute. “Seperti bentuk mobilnya yang lebih kasual,” terang Dudy yang tahun ini mengoordinir SPG untuk Audi, VW, Mazda, dan Prestone.

Dari Mulut ke Mulut

Keprofesionalan sangat dijunjung tinggi oleh Dudy. Kiat ini sangat ampuh dalam menjaga kepercayaan klien. Tak heran setiap tahun ia mendapat kepercayaan dari para brand tersebut. “Beberapa SPG telah beberapa kali bekerja saat GIIAS. Ada yang telah tiga kali berturut-turut,” terangnya.

Dudy bersama beberapa para SPG naungannya.

Tahun ini, Dudy menurunkan 60 orang “gadisnya,” tahun sebelumnya malah lebih banyak lagi, lebih dari 100 orang. “Saya tidak membuat promosi untuk mencari SPG, lebih baik dari mulut ke mulut. Dari SPG yang sudah saya kenal, ia mencari temannya dengan kriteria yang saya sampaikan,” jelas Dudy.

Berdasarkan pengalamannya, membuat promosi untuk mencari SPG tidak efektif. “Saya pernah mencoba membuat promosi, eh yang melamar sekitar 400 orang. Padahal yang diperlukan hanya 10 orang.”

Menjadi Miss Favorit

SPG di bawah naungan Dudy, telah diseleksi cukup ketat. Tak heran bila beberapa “anaknya” beberapa kali sempat meraih gelar di Miss Auto Show. Tahun ini, Brenda Emanuella, SPG di brand Mazda, meraih gelar Miss Auto Favorite di ajang GIIAS 2019. Mahasiswa yang baru lulus sidang skripsi di salah satu universitas bisnis terkemuka di BSD ini, tahun lalu pun sempat meraih gelar di ajang Miss Auto Show.

Brenda (Miss Auto Favorite) dan Dudy.

“Selain cantik, mereka juga harus memiliki intelegensia yang baik. Mereka harus mengenal, walaupun basic, kendaraan yang mereka dampingi. Perilaku mereka juga harus baik,” tegas Dudy. Beberapa SPG di bawah naungan Dudy rata-rata mahasiswa, bahkan ada yang wanita karier.

Memang, honor sebagai usher ini cukup lumayan. Untuk satu shift sehari, yaitu sekitar 4,5 hingga 5 jam, mereka mendapat honor sekitar Rp1 juta. Beberapa ada yang mendapat dua shift sehari. Jadi selama 10 hari pameran, mereka bisa mengantongi uang setidaknya Rp10 juta.

Tahun ini, selain Brenda yang menyabet gelar Miss Auto Favorite, juga dinobatkan Adinda (Lexus) sebagai Miss Auto Show 2019, Michelle (Nissan) sebagai Runner-up 1, dan Claudia (Astra Financial) sebagai Runner-up 2. (YBI)

 

Foto-foto: dok. GIIAS, dok. ARDPRO

Follow Instagram @ETALASEBINTARO @ETALASEMEDIAKULINER

Comments

comments