26

Waspada Penyakit-penyakit ini Saat Musim Kemarau

Musim kemarau saat ini memiliki ciri khas dan karakteristik yang berbeda. Juga berbagai penyakit yang siap menumpang, lantas menyerang. Waspadai agar tubuh selalu sehat selama musim kering ini berjalan.

Walau kemarau hanya datang sesaat. Tidak lebih lama dari hujan sekalipun. Di waktu tersebut debit air berkurang, membuat area tak lagi lembap atau basah. Melainkan berubah jadi kering. Debu-debu jadi beterbangan, polusi semakin pekat dan menguat, udara terasa lebih panas, dan sebagainya. Angin yang bertiup kencang atau semilir tidak mesti membawa kesejukan. Menyentuh kulit dengan suhu tinggi.

Kemarau juga kesempatan bagi banyak binatang untuk keluar. Berkelana secara bebas, momen berkembang biak, dan siap membuat sarang-sarang baru. Jejaknya tertinggal berupa bibit penyakit. Makin membuat penyakit-penyakit sukses menyerang tubuh kita.

Karenanya jaga selalu kebersihan di mana saja Anda berada. Terutama kebutuhan nutrisi dan mineral. Serta tidak sembarang jajan yang digelar di tempat terbuka.

Infeksi saluran pernapasan atas

Infeksi saluran pernapasan atas ditandai dengan beberapa gejala. Di antaranya demam, batuk, pilek, nyeri tenggorokan, suara serak, nyeri saat menelan, dan lain-lain. Infeksi ini bisa dialami selama berhari-hari, dan kemungkinan baru mereda setelah seminggu lamanya.

Setidaknya dipicu oleh dua hal. Pertama, debu-debu yang tidak tertahan air terbang bebas di udara, terhirup oleh saluran udara, di mana akhirnya terjadi infeksi. Khususnya bila kondisi tubuh tidak diimbangi dengan stamina yang memadai. Kedua, dipicu oleh keinginan menegak minuman dingin guna mengurangi suhu panas yang dirasa. Justru menjadi jalan infeksi terbuka lebar.

Sindrom mata kering

Udara kering ternyata mampu memengaruhi penguapan air mata secara berlebihan. Otomatis membuat mata kering (dry eyes). Penderita akan merasakan perih, sensasi terbakar, dan gatal di area netra. Adakalanya pula mata jadi berwarna merah, agak ganjal, belekan, pandangan kabur, sensitif pada cahaya, dan air mata keluar terus menerus.

Diare

Diare umumnya terjadi akibat kontaminasi pada makanan. Datang dari kuman atau bakteri yang menempel pada bahan makanan lalu masuk ke tubuh. Kuman juga dapat masuk via tangan kotor digunakan untuk beraktivitas makan. Ditambah kadang alasan air bersih yang minim membuat makanan tak dicuci dengan optimal. Semuanya berakhir dengan terakumulasi sebagai diare.

Demam tifoid atau tifus

Demam tifoid sama dengan tifus. Disebabkan oleh bakteri Salmonella typhii. Biasanya terbawa oleh lalat yang sebelumnya hinggap di feses dan kemudian bertengger di makanan. Hati-hati bila lingkungan sudah mengalami defisit air, tidak mampu mencukupi kebutuhan sanitasi, dan berbagai serangga terbang ke sana ke mari. Rawan muncul epidemi tifus yang menyerang suatu lokasi.

Heatstroke

Heatstroke adalah serangan panas yang menyerang tubuh akibat suhu lingkungan terlalu tinggi. Paparan ekstrem ini tidak mampu dihadapi, hingga membuat suhu badan ikut meninggi. Mereka yang kena harus segera mendapat pertolongan. Bila tidak, kerusakan pada fungsi jantung, otak, ginjal mesti diderita. Pada tahap akut, nyawa menjadi taruhannya. (LAF)

 

Foto ilustrasi: Pexels

Follow Instagram @ETALASEBINTARO @ETALASEMEDIAKULINER

Comments

comments