25

Berbagai Cara Pembayaran PBB Tanpa Ribet

Tahun ini, Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) punya deadline. Terakhir mesti dibayar pada 31 Agustus. Mereka yang telat bayar harus siap dengan risikonya. Hindari agar tidak merugi. Sebab sekarang pembayarannya semakin mudah dan opsinya semakin beragam.

Dulu, wajib pajak mesti mendatangi Badan Pertanahan Nasional di masing-masing kota/kabupaten. Atau mengumpulkan jumlah pembayaran melalui kantor kelurahan. Tentu harus menyesuaikan jadwal. Sehingga kurang fleksibel bagi Anda yang tak memiliki banyak waktu.

Dengan hadirnya beragam metode pembayaran, tak ada alasan lagi untuk membayar nanti-nanti saja. Keterlambatan sama saja dengan menyengsarakan diri sendiri. Terkena denda sekian besar, di mana tentunya mendatangnya kerugian ekonomi pribadi. Kerugian juga harus ditanggung negara. Sehubungan dengan pemasukan kas, biaya penyelenggaran, dan pembangunan infrastruktur.

Karenanya tilik kembali persoalan pajak ini. Hanya diwajibkan bagi pemilik tanah dan bangunan. Bukan penyewa atau sekadar pengguna.

Cara offline

Cara offline sama saja dengan cara lama atau konvensional. Di mana tagihan pajak dipenuhi melalui pembayaran tunai kepada instansi-instansi resmi sesuai yang tersebut oleh pemerintah. Atau biasanya tertulis jelas di surat tagihan pajak, alias Surat Pemberian Pajak Terutang (SPPT). Seperti langsung datang ke kantor kelurahan.

Namun jika Anda belum menerima SPPT, bukan berarti harus menunggu. Datang saja dan lakukan proses transaksi. Petugas akan memberitahu berapa angka yang harus dipenuhi. Setelah lunas, Anda akan mendapat lembar Tanda Terima Sementara (TTS). Dilanjutkan dengan memasukkan nama Anda ke dalam Daftar Penerima Harian (DPH) PBB. Uang yang diterima oleh petugas akan disetor secara resmi pada negara.

Cara online

Sedangkan cara online dinilai lebih update dan memenuhi selera terkini. Via jaringan internet, pembayaran bisa dilakukan lewat pihak bank. Tepatnya fasilitas seperti internet banking atau online mobile. Juga melalui ATM, marketplace atau toko online, atau beberapa akun uang elektronik juga menyediakan layanan serupa. Dalam sekian menit, tagihan PBB terselesaikan.

Di samping sangat menguntungkan. Tidak mengikat waktu Anda sehari-hari. Metode online membebaskan wajib pajak melakukan pembayaran kapan saja dan di mana saja. Tanpa harus mengantre, apalagi mengharuskan datang ke kantor tertentu. Di mana akan semakin menambah waktu dan tenaga.

Metode ini juga terintegrasi dengan pasti. Langsung menghubungkan dengan instansi resmi. Mempercepat pencatatan objek pajak Anda sudah terbayar. Tidak menunggu waktu lama dan dilanda rasa was-was. Bukti tersimpan rapi dan dapat ditunjukkan sewaktu-waktu dengan mudahnya bila ada kendala di suatu hari.

Dampak telat

Dampak telat pembayaran PBB adalah terkena denda sebesar dua persen dari nilai pajak. Terus berlipat mengikuti berapa lama Anda tidak membayar sejak jatuh tempo. Di awal nilainya terasa kecil. Namun bila dibiarkan nilai akhir bisa membesar. Terutama bagi deadline PBB yang tidak dibayar hingga bertahun-tahun lamanya.

Sedang pemerintah beberapa kali mengadakan proses pemutihan. Yaitu penghapusan denda pajak bagi yang berutang. Akan tetapi hanya berlaku untuk 24 bulan pertama saja. Selebihnya tetap harus dibayar disertai dengan memenuhi syarat-syarat tertentu. (LAF)

 

Foto ilustrasi: Pexels

Follow Instagram @ETALASEBINTARO @ETALASEMEDIAKULINER

Comments

comments