22

Tips Menaklukkan Klien Rewel

Pelanggan adalah raja memang benar. Tapi ada raja yang tidak selamanya menyenangkan. Menyebalkan dan banyak maunya. Alias rewel. Bagaimana kita bersikap agar tak ikut bawel seperti mereka?

Karena mengambil sikap yang salah tidak akan menyelesaikan masalah. Sering tak sadar terbawa emosi dan menunjukkan perlawanan. Anda dan klien malah saling bermusuhan. Saling beradu argumen untuk memenangkan kepentingan masing-masing. Tak lagi fokus pada masalah yang seharusnya diprioritaskan.

Dan mudah ditebak, bila sudah demikian, Anda harus siap merugi. Pelanggan atau klien tak puas dan lari. Sedang para calon klien baru mengurungkan niat sebab mendengar berita tak sedap. Ditambah perusahaan tempat Anda bekerja turut ketiban dampak. Tak mau tahu dengan kerewelan pelanggan, tapi langsung mendepak Anda dari pekerjaan. Jadi kembali lagi, pelanggan memang selamanya adalah raja.

Sabar adalah kunci

Sabar adalah kunci. Pasang dan ingat selalu slogan ini kapanpun Anda bertemu dengan klien. Tak peduli masalah apa yang sedang merundung, tak peduli bagaimana situasi yang sedang dihadapi.

Tunjukkan ekspresi yang tenang. Jangan terburu-buru menjawab jika pelanggan masih terus meluncurkan berbagai kata tanpa ada jeda. Sebaliknya, andai Anda sedikit saja memperlihatkan sikap bertahan, klien makin getol dengan keinginannya.

Detail dalam instruksi dan perjanjian

Trik ampuh yang bisa diterapkan, ialah detail dalam meminta instruksi dan isi perjanjian. Buat sangat rinci, hingga mengatur sampai pada hal-hal yang terkecil. Jadi tidak menyisakan keraguan dan ambiguitas selama pelaksanaan tugas. Sekaligus cara ini guna membungkam permintaan klien yang tidak mudah terpuaskan.

Penuhi kontrak intime 

Saat Anda menyadari pelanggan adalah tipe orang rewel, sebaiknya segera penuhi kontrak yang ada. Lebih baik lagi intime. Tidak menunggu hingga batas akhir, melainkan secepatnya. Jawaban telak bagi pelanggan yang terbiasa suka meluncurkan sikap seenaknya. Secara tidak langsung sebagai cara cepat mengakhiri relasi yang kurang menguntungkan ini. Tidak ada lagi beban psikologis dan mental yang mesti dipendam.

Siapkan rencana cadangan

Jangan berhenti dengan hanya berpegang pada satu rencana kerja. Buat rencana cadangan begitu memahami permintaan yang diajukan. Ketika masalah mengganjal penyelesaian urusan, sudah ada rencana lain sebagai jalan keluar terbaru. Anda pun tampil sebagai pribadi prima dan lebih terpercaya.

Segera berikan jalan keluar

Juga buat beberapa opsi solusi untuk tiap-tiap masalah yang kira-kira akan terjadi. Begitu mendapati persoalan, pelanggan memilih jalan keluar sesuai kenyamanan mereka. Serta membebaskan diri Anda dari tuntutan yang makin berbelit. Terlebih ketika pelanggan tidak mau ikut menanggung risiko. Tapi melampiaskan persoalan pada Anda seorang.

Tunjukkan risiko dengan nada elegan

Bukan tidak mungkin suatu saat Anda akan memiliki klien yang super-sulit. Meminta di luar batas kemampuan dan bisa melanggar aturan, contohnya. Tunjukkan saja aneka risiko yang harus ditanggung bila dia tetap berpegang teguh. Sampaikan dalam nada suara yang datar dan elegan. Kesan pertahanan yang anggun tapi ampuh sebagai penolakan. Membuatnya tersadar dan jera melakukan mengulangi lagi. (LAF)

 

Foto ilustrasi: Pexels

Follow Instagram @ETALASEBINTARO @ETALASEMEDIAKULINER

Comments

comments