21

Wisata Arsitektur di Dubai yang Hits

Dubai tidak lagi hanya berkisar soal minyak dan gurun pasir. Perkembangan negara tersebut jauh melebihi ekspektasi selama ini. Apalagi jika bukan pembangunan properti besar-besaran. Sangat layak ditengok sebagai bagian wisata.

Dan dari properti-properti yang kini meramaikan, tersemat arsitektur yang memukau. Makin menambah gemerlap sekaligus unjuk kebolehan. Bagaimana tidak, Dubai seolah ingin menampakkan teknologi terkini dalam mewujudkan kemajuannya. Bahkan mengundang decak kagum dari wisatawan maupun negara-negara lain. Menciptakan identitas baru sebagai  negara maju dan pengelola bisnis yang andal. Beraneka ragam hiburan siap digelar. Serta tak melupakan unsur tradisi dalam setiap penampakannya. Faktor yang justru tetap dinanti dan dinikmati.

Tradisional yang otentik

Rupa bangunan yang tradisional nan otentik masih bisa dinikmati. Sengaja dirawat dan tetap lestari untuk Anda yang ingin menikmati budaya dan adat istiadat di sana.

SMCCU

Datang saja ke Sheikh Mohammed Centre for Cultural Understanding (SMCCU). Sebuah rumah menara angin dengan pugaran indah. Wisatawan dapat bebas menikmati menu sarapan, makan siang, dan makan malam. Beralaskan karpet dan bantal bergaya Bedouin. Sembari sang tuan rumah menjawab segala pertanyaan mengenai kehidupan di Emirat.

Juga nikmati suasana kental Timur Tengah di XVA Art Hotel. Bukan sekadar menginap di hotel. Namun di sana ada paduan antara seni kontemporer, budaya, dan keramahan tradisional. Atau pilihan lain untuk melihat keseluruhan budaya secara singkat, ada di Dubai Museum. Berlokasi di Al Fahidi Fort, bangunan tertua sebagai galeri penyelenggara miniatur rumah-rumah bersejarah, pasar, masjid, perkebunan kurma, padang pasir, dan kehidupan laut.

Masih tersimpan aneka bangunan tradisional sebagai pilihan wisata. Di antaranya ada Al Shindagha District dan Hatta Heritage Village.

Yang terinspirasi tradisi

Di sisi lain, beberapa properti sudah berdiri yang terhitung baru dan terkenal di dunia ternyata terinspirasi dari budayanya. Misalnya saja Burj Al Arab dan Palm Jumeirah.

Palm Jumeirah

Burj Al Arab merupakan hotel paling mewah di dunia. Disertai siluet ikonik penanda ciri khasnya. Bak layar menjulang setinggi 321 meter di atas permukaan laut. Sedang Palm Jumeirah adalah pulau buatan hasil reklamasi. Bentuknya tak berbeda jauh dengan pohon palm.

Lalu akan segera dibuka Mohammed Bin Rasyid Library. Rencananya dirancang sebagai perpustakaan terbesar seluas 66.000 meter persegi. Mampu menampung 4,5 juta volume buku, 1 juta buku audio, dan 2 juta buku elektronik.

Menara tinggi

Referensi arsitektur belum usai. Masih ada keunikan yang sangat memukau dan tiada duanya. Beberapa bahkan disarankan untuk dikunjungi lebih dari sekali, mengingat ketenarannya sebagai pencakar langit.

Museum of the Future

Ada Dubai World Trade Centre, yang hanya berlantai 39. Tetapi memainkan peran penting dalam perdagangan Timur Tengah. Burj Khalifa dengan 162 lantainya yang sayang sekali bila dilewatkan. Tiada lain karena cakrawala yang menjulang tinggi dan berkarakter elegan.

Bagi pencinta sejarah, Etihad Museum adalah tempat yang menyimpan kisah berdirinya Uni Emirat Arab. Dubai juga rencananya akan segera membuka menara lain. Diantaranya ada Coca-cola Arena, Expo 2020 Sustainability Pavilion, Museum of The Future, dan Dubai Creek Tower. (LAF)

 

Foto-foto: Istimewa

Follow Instagram @ETALASEBINTARO @ETALASEMEDIAKULINER

Comments

comments