17

Gagal Sekarang, Matang Di Masa Depan

Adakalanya membiarkan anak merasa gagal itu penting dilakukan. Tidak terus menerus membiarkan dia dalam kondisi nyaman dan terus merasa sebagai pemenang. Sebab di balik semua itu, tersimpan sejuta manfaat bagi anak sendiri.

Meski begitu, bukan berarti membiarkan anak merasa sendiri, tiada yang melindungi. Orang tua tetap dapat menyatakan dukungan. Setiap saat tetap memberikan semangat. Bantuan dalam rangka menghindarkan bahaya, bukan sepenuhnya memproteksi. Serta menyelipkan pesan-pesan dan nasihat agar kegagalan di kemudian hari lebih bisa diminimalisir.

Seperti saat berlatih sepeda, saat anak mendapat nilai yang kurang memuaskan, atau saat anak tidak menjadi pemenang di suatu lomba. Biarkan dia menerima kondisi yang kurang menguntungkan tersebut. Setelah cukup tenang, tanyakan perasaan dan apa yang dia inginkan untuk lebih baik lagi.

Selain itu, bantuan tetap bisa diberikan. Misalnya dengan memberikan trik-trik supaya anak tidak mengalami kegagalan yang sama. Akan tetapi, hindari serta merta menyalahkan dan tidak me-support sama sekali. Kegagalan yang dialami anak bisa jadi akan berbuah manis. Asal anak jangan sampai minim kepercayaan diri dan rendah diri. Terus semangati, agar anak mampu bangkit dengan usahanya sendiri.

Mengambil pengalaman

Salah satu manfaatnya adalah belajar dari pengalaman. Berpikir ulang bagaimana lika-liku ia bisa gagal. Lantas mulai merancang jalan keluar agar tak terulang.

Semuanya hanya bisa terjadi saat ia tidak spontan mendapat bantuan, apalagi sejak awal. Anak tidak akan merasakan gagal, namun terus berhasil akibat adanya dukungan penuh. Padahal tidak selamanya orang tua berada di sampingnya.

Menyadari kekurangan

Anak juga belajar memahami apa yang kurang dari dirinya. Tidak tumbuh sebagai pribadi yang menginginkan perhatian penuh, akibat selalu tergiring di suasana tenang dan penuh fasilitas yang sudah tersedia, misalnya. Ketika ia sudah menyadari kekurangannya, ia akan menggenjot kemampuannya. Tidak gampang menyerah atau menyalahkan pihak lain atas kegagalannya.

Bersyukur

Di samping itu, membuat anak bersyukur. Atas potensi, kemampuan, dan segala sesuatu yang dimiliki. Karena kegagalannya mungkin belum seberapa, bila dibanding dengan beban orang lain. Seberapapun kegagalan yang dihadapi masih menyelipkan rasa terima kasih.

Lebih stabil

Membiarkan anak gagal juga melatihnya lebih stabil. Stabil dalam menjaga emosi dan sikap. Di awal anak wajar terlihat sedih dan tidak siap menerima kondisi. Namun lama kelamaan ia akan terlatih dan lebih siap menghadapi berbagai tantangan. Reaksinya tenang dan sigap tanpa ada drama.

Cepat mengambil keputusan

Kegagalan juga menjadi media training dalam pengambilan keputusan. Anak cepat dan tanggap untuk memenuhi kebutuhan dirinya. Begitu tahu gagal menghampiri, ia segera sigap menentukan solusi. Tidak menunggu aba-aba dari orang lain, umpamanya.

Mandiri

Anak yang terlatih gagal, juga dipercaya tumbuh sebagai pribadi yang mandiri. Berupaya atas jerih payahnya sendiri. Mampu mengenali kemampuan dan risiko. Cepat beradaptasi dengan kondisi. Termasuk menyesuaikan jalan keluar sesuai kenyamanan dirinya. Tidak menggantungkan diri pada orang lain, bahkan sampai tahap menyusahkan atau merepotkan. (LAF)

 

Foto ilustrasi: Pexels

Follow Instagram @ETALASEBINTARO @ETALASEMEDIAKULINER

Comments

comments