15

Apa, Mengapa, Dan Bagaimana NPWP?

Meski terdengar sebagai dokumen penting, akan tetapi banyak yang belum memahami apa itu Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP). Berikut fungsi dan segala tetek bengek yang menyertai. Kenali agar lebih akrab dan tahu posisinya yang berarti.

NPWP dihadirkan dalam sebuah kartu. Seperti KTP elektronik atau kartu ATM. Pada tiap kartu tertera nomor seri pokok wajib pajak, nama, dan alamat sesuai identitas resmi. Ia juga mencantumkan tanggal terdaftar dibuatnya kartu tersebut. Umumnya mereka yang membutuhkan NPWP Anda, akan langsung memasukkan nomor wajib pajak.

Kartu ini secara resmi dikeluarkan oleh Direktorat Jenderal Pajak. Karenanya mereka yang dikenakan pungutan pajak, wajib mendaftarkan diri guna memperoleh langsung kartu tersebut. Dengan kata lain, tidak dapat menunjukkan kepemilikan kartu berarti belum terdaftar sebagai wajib pajak. Kartu ibarat surat sakti guna mengurus beberapa keperluan. Memperlancar urusan langsung terkait pajak maupun yang tak langsung.

Wajib dimiliki oleh….

NPWP secara kasarnya wajib dimiliki oleh mereka yang bekerja dan berpenghasilan tertentu. Di antaranya orang pribadi yang memperoleh pendapatan di atas Penghasilan Tidak Kena Pajak (PTKP) selama satu tahun, semua badan usaha, dan orang pribadi yang menjalankan usaha atau pekerjaan bebas.

NPWP juga mengatur detail sehubungan dengan status subjek pajak. Misalnya sudah menikah atau belum. Istri dapat memiliki NPWP yang tersendiri, atau dapat menggabungkan dengan milik suami. Satu catatan yang bisa diperhatikan untuk mengurus penerbitan kartu nanti. Termasuk menciptakan kemudahan, sebab pungutan pajak langsung dijadikan satu tanpa mengharuskan istri repot mengurus sendiri.

Tetapi NPWP tidak berlaku bagi yang tergolong berpenghasilan kurang. Tepatnya di bawah 36 juta selama setahun. Atau kurang dari dua juta sebulan. Mereka tidak wajib mendaftarkan diri sebagai wajib pajak.

Fungsi utama

Fungsi utamanya ialah untuk penertiban administrasi pajak. NPWP memberikan kepastian jumlah wajib pajak yang ada, sehingga amat membantu negara dalam menghitung penarikan, alokasi, dan pembiayaan-pembiayaan berlandaskan nilai pajak.

Sedang bagi diri sendiri, NPWP tak kalah pentingnya dalam kehidupan sehari-hari. Mulai dari pembukaan rekening di bank, transfer uang secara manual dalam jumlah tertentu, sebagai syarat pembelian barang mewah seperti logam mulia, dan lain-lain.

Risiko saat tak memiliki

Risiko tertinggi yang harus ditanggung bila tak memiliki NPWP adalah ancaman pidana paling sedikit 6 bulan hingga paling lama 6 tahun. Juga sedikitnya dua kali jumlah tunggakan pajak yang belum terbayar dan paling banyak empat kali lipat jumlah pajak yang tidak dibayar.

Selain itu, sulit mendapat visa untuk sebagian negara, dipersulit terkait kucuran kredit atau perihal investasi, juga potongan pajak lebih besar dibanding yang sudah memiliki NPWP. Rugi sendiri kan?

Penghapusan

Di sisi lain, NPWP dianggap tidak lagi mengikat wajib pajak bila suatu hari nanti mengalami kondisi istimewa. Meninggal, salah satunya. Lalu kemudian harta warisan yang belum terbagi dan belum ditentukan subjek pajaknya juga bebas dari NPWP. Tentu semuanya harus disertai bukti-bukti akurat. (LAF) 

 

Foto ilustrasi: Pexels

Follow Instagram @ETALASEBINTARO @ETALASEMEDIAKULINER

Comments

comments