14

Etika Beramai-Ramai di Restoran

Akhir pekan kerap diisi dengan makan beramai-ramai di restoran. Bersama rekan kerja, teman sekolah, atau keluarga. Perhatikan aturan tak tertulis yang sangat penting dilaksanakan.

Walau Anda dan yang lain ingin menikmati suasana secara santai. Membicarakan topik menarik sambil diselingi canda tawa. Apalagi kadang, karena beramai-ramai, jadi serasa memiliki hak lebih atas lokasi yang diduduki. Namun adakalanya, terlena oleh suasana bersama, jadi bersikap berlebihan dan mengganggu pengunjung lain.

Padahal tetap ada etika yang mengikat. Adab untuk menjamin kenyamanan bersama. Tidak hanya untuk Anda dan rekan-rekan, melainkan juga tertuju pada pengunjung lain. Tentu semuanya menginginkan keadaan yang menyenangkan.

Karenanya tak perlu menunggu. Atau harus ditegur akibat keteledoran kita. Santun makan di restoran bisa dimulai dari diri sendiri. Agar menular ke samping, sekitar, dan akhirnya kepada seluruhnya. Bersama-sama bersantap secara sukacita, tetapi tetap menghargai posisi sesama.

Duduk sesuai kursi reservasi

Upayakan untuk selalu menempati kursi sesuai jumlah orang yang datang. Tidak melebihkan kursi, yang mana merupakan jatah pengunjung lain. Apalagi mengambil kursi dan luas meja tanpa permisi. Serta ingat, tetap posisikan tubuh sesuai dengan luas tempat duduk. Terutama untuk jenis tempat makan lesehan.

Jika Anda membawa tas, tempatkan di lokasi tersendiri. Umpamanya di bawah meja atau menggantungkan di bahu kursi. Ada pula beberapa restoran yang sengaja menempatkan sebuah keranjang di dekat pintu masuk, untuk menampung barang bawaan.

Lantunkan suara yang tenang

Khususnya saat berada di restoran berkonsep fine dining. Mereka sengaja menghendaki pengunjung berpakaian rapi dan tidak memperuntukkan lokasinya berubah jadi semacam huru hara. Sama halnya dengan orang lain yang ingin makan dalam suasana yang eksklusif.

Andai memang tidak bisa menghindari suara tawa, keluarkan saja suara secukupnya. Tanpa harus diiringi tepukan tawa kencang, teriakan, atau membanting sesuatu di meja. Suara nyaring sekali mungkin masih bisa ditoleransi. Tetapi ketika sudah terdengar berkali-kali, jangan heran jika langsung dipandang miring.

Bicarakan suatu topik yang nyaman

Ambil topik menarik dan aman didengar. Bukan yang sensitif dan menimbulkan friksi. Muncul gesekan di antara anggota rombongan. Bisa pula merangsang protes dari pihak lain yang tersindir akibat topik tadi. Tentu saja dampaknya bisa panjang. Jadi lebih baik ambil bahan ngobrol bertema netral.

Sisihkan segera piring kotor

Akibat banyak anggota, jumlah piring dan alat makan segera menumpuk usai digunakan. Segera panggil pelayan untuk menyingkirkan. Akan tetapi hindari meletakkannya di meja lain, hanya karena ingin meja sendiri tetap bersih. Pengunjung yang baru datang tentu jadi enggan menempati. Dan tentunya semakin menambah pekerjaan para asisten di tempat makan.   

Ingat waktu

Segera sudahi bila telah usai. Merasa cukup waktu telah dapat berkumpul bersama, sehingga kursi bisa segera diisi oleh orang lain. Sadari jika antrean telah mengular. Singkirkan egoisme untuk berlama-lama di sana. Kalau masih ingin mengisi waktu beramai-ramai, pindah tempat saja ke yang lebih sepi pengunjung. (LAF)

 

Foto ilustrasi: Pexels

Follow Instagram @ETALASEBINTARO @ETALASEMEDIAKULINER

Comments

comments