12

Sebelum Memutuskan Operasi Plastik

Operasi plastik identik dengan pembedahan untuk mencapai estetika fisik yang sempurna. Beberapa anggota tubuh mesti diutak-atik untuk mendapat hasil tampilan yang berbeda. Namun, sebelum menjalani, ada beberapa pertimbangan yang sebaiknya Anda pikir masak-masak.

Mesti saat ini bedah plastik semakin populer dan nge-trend. Konsumen juga tidak hanya berasal dari kalangan artis, banyak orang awam ikut mencoba. Ditambah pakar di bidang kulit yang menangani kian beredar di berbagai tempat. Otomatis semakin mempermudah dan memfasilitasi. Walau tentu, tetap ada bayang-bayang kegagalan. Karena tidak semua operasi plastik sukses memenuhi harapan.

Ada beberapa bagian tubuh yang jadi favorit untuk diubah. Seperti kelopak mata, hidung, pipi, dagu, dan bibir. Semuanya dibuat lebih mancung, lebih terbuka, atau sengaja dibuang isinya agar kelihatan lebih kecil. Ada juga yang berkeinginan terlihat lebih awet muda. Hasilnya dapat dilihat setelah melewati beberapa tahap prosedur dan waktu yang tidak sebentar.

Jadi, jangan tergesa-gesa. Mempertahankan kecantikan boleh saja. Tapi utamakan keamanan setelahnya dan jangka waktu ke depan.

Usia yang layak

Perhatikan batas usia minimal. Seseorang tidak dianjurkan menjalani operasi sebelum berumur 14 tahun. Kecuali ada indikasi medis yang tidak bisa dihindari. Meski begitu, untuk lebih amannya, lebih baik di atas usia 17 tahun. Serta hindari bila memang tidak benar-benar perlu.

Hal ini terkait dengan pertumbuhan fisik yang masih terjadi. Pelebaran otot, perpanjangan tulang, dan sebagainya. Sedang operasi plastik terkadang harus membuang bagian-bagian tersebut sebagian. Dikhawatirkan akan terjadi implikasi negatif apabila ternyata kondisi fisik tidak dapat menunjang.

Kesehatan dan kebiasaan

Kenali riwayat kesehatan pribadi dan kebiasaan sehari-hari. Operasi plastik tampaknya cukup terlarang bagi penderita diabetes, jantung, hipertensi atau darah tinggi, dan yang pernah mengalami stroke. Operasi akan menimbulkan efek pada saraf, jadi potensi penyakit sangat mungkin bertambah parah.

Begitu pula dengan kebiasaan. Tunda jika fakta menunjukkan Anda seorang perokok atau pengguna zat adiktif secara aktif, layaknya narkoba. Nikotin dan bahan beracun yang telah mengendap dalam darah membuat luka operasi tidak cepat sembuh. Bila masih ingin operasi, stop merokok sebelum 4-6 minggu sebelum prosedur dimulai.

Risiko komplikasi

Timbang ulang dengan mengetahui resikonya. Pasca operasi, pasien cenderung menanggung risiko yang tidak ringan. Wajah yang membengkak, khususnya di bagian yang dibedah. Lalu pendarahan ringan atau berat yang mesti diikuti tindakan operasi lain, serta risiko infeksi.

Semuanya baru berhenti setelah berminggu-minggu lamanya. Otomatis membuat penderita mesti berdiam diri dulu di rumah.

Ketagihan

Kendalikan rasa ketagihan. Candu yang membawa kerugian. Kalaupun memang operasi plastik bisa memberikan hasil yang didambakan, tunggu waktu yang pas untuk menjalani bedah selanjutnya. Semuanya dilakukan secara bertahap, sembari memantau efek perlahan-lahan pada tubuh.

Dan ingat, tidak ada hasil operasi yang permanen dan bisa dilakukan berulang. Artinya sekali bagian tertentu telah dibedah, Anda harus siap dengan apapun hasilnya. Karenanya pilih pakar yang memang sah dan berlisensi. Menggaransi kecantikan, juga menjamin kesehatan. (LAF)

 

Foto ilustrasi: Pexels

Follow Instagram @ETALASEBINTARO @ETALASEMEDIAKULINER

Comments

comments