08

Elegan Menyanggah Ide Atasan

Ide dari atasan belum tentu benar. Akan tetapi tidak mudah menentangnya. Karyawan atau posisi di bawahnya mesti menunjukkan kehati-hatian dalam menyatakan ketidaksetujuan. Supaya tidak berakhir drama, baik untuk karier Anda maupun urusan kerja.

Di sisi lain, bukannya tidak ada fungsi sama sekali. Berani mengungkap ide yang berbeda dari atasan ternyata membawa manfaat tersendiri. Secara pribadi, Anda sedang belajar dan memupuk rasa percaya diri, untuk mendapat rasa hormat, serta belajar menerima tantangan yang akan membuat terbiasa tidak berada dalam zona nyaman. Di samping tentunya, opini sanggahan akan membuat atasan mengingat Anda. Ke depan, bukan tidak mungkin, Anda masuk dalam jajaran orang-orang terpilih di perusahaan.

Serta dalam upaya memberikan ide yang berbeda, hindari perilaku defensif. Lebih-lebih saat ide atasan memang menimbulkan kesan memberatkan. Dan juga hindari metode maupun bahasa yang frontal. Sebab, bukan saja tujuan penyampaian ide baru tidak tersampaikan. Melainkan yang ada hanya pertentangan dan debat berkepanjangan. Atasan merasa ditentang, karier Anda terancam.

Alasannya relevan

Ada alasan yang relevan. Alasan kuat dan mengandung korelasi antara ide baru dengan ide atasan. Masih tersambung atau bahkan saling melengkapi. Sehingga atasan bisa menilai sudut pandang yang berbeda dengan kepala jernih.

Tetapi jika menunjukkan sebaliknya, tidak ada hubungan sama sekali, maka atasan dapat menilai Anda sedang berkomentar tanpa esensi yang memadai. Anda juga dicap buruk karena hanya mementingkan ego dan mengganggu suasana.

Demi kepentingan bersama atau perusahaan

Mengajukan ide juga mesti berdasar pada kepentingan bersama atau perusahaan. Artinya tidak mengusung kepentingan pribadi saja. Langkah ini akan memudahkan penerimaan dan persetujuan dari semua pihak. Khususnya dari atasan. Lalu diikuti dukungan dari para rekan.

Tekankan pada keuntungan

Atasan perlu mengetahui jika idenya tidak akan membawa banyak hasil. Lain halnya dengan pendapat Anda yang sangat mungkin membuka peluang lebih lebar. Laba yang bisa dirasakan oleh semuanya.

Karenanya jangan ragu untuk menyertakan plus minus atau efek jangka panjang maupun pada kondisi saat ini. Termasuk siapkan cadangan solusi untuk menunjang opini Anda semakin sempurna.

Ekspresikan dengan sopan

Walau merasa lebih benar dan memiliki ide lebih baik, hindari sikap berlebihan. Sampaikan dalam bahasa yang sopan dan sikap yang enak dipandang. Gesture tubuh yang bersahabat akan membuat lawan bicara nyaman. Tak tersulut emosi, tapi tetap tenang. Obrolan berikutnya dijamin lebih lancar dan atasan tergugah untuk saling bertukar pandangan.

Pilih tempat dan hari baik

Pilih hari baik. Juga tempat yang sesuai. Kecuali jika Anda merasa kondisi sudah darurat dan mengharuskan untuk segera bicara, minta waktu khusus padanya.

Selain itu, pertimbangkan apakah atasan memang siap. Dalam arti, tidak terburu-buru dan rileks. Tidak ada meeting yang sedang menunggu, tidak ada klien yang sudah mengantre di depan ruangannya.

Waktu yang tepat akan ikut menentukan. Atasan bisa memusatkan konsentrasi pada yang Anda mau. Menimbang-menimbang, lalu memutuskan dengan matang. (LAF)

 

Foto ilustrasi: Istimewa

Follow Instagram @ETALASEBINTARO @ETALASEMEDIAKULINER

Comments

comments