04

Perhatikan Ini Sebelum Menjadikan Rumah Sebagai Tempat Usaha

Ternyata ada beberapa pertimbangan yang perlu ditimang-timang sebelum Anda membuka usaha di rumah. Sebab kelak rumah akan berfungsi ganda. Terapkan agar Anda mendapat kenyamanan rumah sebagai tempat hunian dan sarang pendapatan sekaligus.

Pertimbangan ini juga ikut menentukan usaha berjalan maju, atau malah sebaliknya. Termasuk penerimaan dari masyarakat sekitar. Terlebih bila tinggal di kawasan cukup padat dan rumah satu dengan lainnya hanya terpisah tembok yang saling menempel.

Berbeda dengan konsep rumah toko, yang memang sengaja berdiri sebagai kawasan bisnis. Pembukaan usaha tentu akan diterima apa adanya. Minim layangan gugatan atau protes dari pihak-pihak tertentu.

Juga sebagai antisipasi sejak awal, mengenali gangguan-gangguan yang dapat menghambat kelancaran usaha. Kegiatan di rumah tetap terkontrol, plus kendali jalannya usaha stabil. Meski ruangan di rumah harus direlakan sebagian jadi tak masalah. Karena Anda sudah melancarkan jurus-jurus taktis sedari awal.

Taat aturan hukum

Kenali baik-baik aturan hukum tertulis yang mengikat tempat tinggal Anda. Ada beberapa area domisili yang dilarang keras difungsikan sebagai tempat usaha. Pelanggarnya dapat dikenakan denda sampai sanksi penjara.

Bila tidak terdapat, lanjutkan pada norma setempat. Aturan yang tidak tertulis, namun pantang disalahi. Seperti tak masalah membuka usaha, asal tutup menjelang malam. Guna menjaga ketenangan sehubungan datangnya jam istirahat.

Garis ruang yang terpisah

Pisahkan ruang yang dipakai untuk tempat tinggal dan yang dikhususkan untuk pengelolaan usaha. Buat akses pintu tersendiri untuk masing-masing. Sangat menunjang privasi dan keleluasaan. Tidak terganggu kedatangan para konsumen dan anggota keluarga bisa menjalankan aktivitas harian seperti biasanya.

Demarkasi ruangan ini juga mencegah rumah sebagai tempat penyebaran penyakit. Yang bisa berasal dari bahan-bahan produksi maupun orang lain. Rumah pun senantiasa terjaga kebersihannya. Plus menjaga keutuhan properti rumah agar tidak tercampur dalam aktivitas produksi usaha.

Jenis usaha tidak mengganggu

Pikirkan kembali jenis usaha yang akan dibuka. Berikut dampaknya bagi sekitar. Apakah gangguan yang muncul masih dapat ditoleransi atau tidak sama sekali.

Contohnya, sulit membayangkan membuka usaha pemotongan hewan di rumah padat penduduk. Sudah pasti akan menimbulkan polusi dan sampah berlimpah. Belum lagi baunya. Ditambah keberadaan karyawan, yang sangat mungkin semakin menambah riuhnya suasana.

Perhatikan calon konsumen

Perhatikan calon konsumen yang Anda incar. Dari mana mereka kira-kira berasal. Apa transport yang kemungkinan dipakai untuk menuju ke rumah. Adakah lahan parkir yang mampu menampung? Dalam sekian menit, apakah sebuah mobil sudah menimbulkan kemacetan?

Atau sengaja menjual makanan via aplikasi online. Cara ampuh mencegah kebisingan dan keramaian yang tidak mudah berkenan di panca indra tetangga.

Diterima oleh masyarakat

Hak Anda untuk menentukan jenis usaha. Namun lebih bijak jika mempertimbangkan pula penerimaan masyarakat. Tidak merangsang penolakan dan antipati. Sebab ada jenis usaha yang dipaksa tutup karena dinilai menyalahi ketertiban. Tentu Anda harus menanggung kerugian materi dan beban moral. Hubungan sosial jadi tak sesehat sebelum membuka usaha. (LAF)

 

Foto ilustrasi: Pexels

Follow Instagram @ETALASEBINTARO @ETALASEMEDIAKULINER

Comments

comments