01

Pertimbangan Sebelum Resign Dari Pekerjaan

Keluar dari pekerjaan memang biasa, tapi harus dilatarbelakangi alasan yang luar biasa. Timbang masak-masak karena resign tidak bisa dilakukan asal saja. Mengingat ada banyak kepentingan terkait diri sendiri, keluarga, maupun perusahaan.

Ada kompensasi yang tidak bisa diabaikan. Seperti perjanjian kontrak yang tidak boleh dilanggar. Keluar sebelum waktu yang ditetapkan, biasanya diiringi dengan denda besar. Rugi secara finansial, rugi pula bagi portofolio pribadi. Perusahaan lain pun akan membaca riyawat kerja dari kacamata negatif. Enggan menerima Anda sebagai karyawan baru mereka.

Belum lagi menyentuh faktor perubahan yang harus dirasakan. Anda mesti menyadari bahwa akan ada hal-hal baru. Hal yang mungkin berbeda 360 derajat dari kebiasaan sebelumnya, akibat dinamika dan ritme dari pekerjaan yang baru.

Resign dari pekerjaan setidaknya bisa diterima dengan gembira. Harus terputuskan dengan pertimbangan yang matang. Tidak tergesa-gesa. Apalagi hanya sekadar mengikuti ego sesaat.

Rencana setelah keluar

Tentu setelah keluar Anda harus mempunyai aktivitas lanjutan. Tidak bisa berhenti atau berdiam diri. Khususnya Anda harus memastikan pekerjaan baru setelahnya. Telah tersedia, belum menemukan, dan bisa saja bahkan belum memikirkan sama sekali. Jangan sampai terjebak dalam kondisi seperti ini.

Namun jangan menganggap resign sebagai keputusan yang salah. Bila memang Anda menginginkan waktu istirahat sejenak. Tidak melakukan apa-apa. Menikmati waktu bagi diri sendiri. Sebelum benar-benar memulai kembali debut karya di dunia kerja.

Kebutuhan atau sekadar keinginan

Coba ajukan kedua poin ini pada diri sendiri. Resign adalah kebutuhan yang tak bisa ditunda lagi atau sekadar keinginan belaka?

Kebutuhan segera berganti pekerjaan karena kondisi internal perusahaan ataupun perkembangan di luar perusahaan yang lebih menjanjikan. Tapi awas, upayakan diri tidak terlena karena keinginan melihat rekan-rekan sekantor banyak yang mengajukan pengunduran diri. Sehingga melihat kebutuhan orang lain sebagai kebutuhan Anda.

Apa yang ingin dikejar setelah resign?

Nah, pastikan pula Anda mengetahui, apa hasil yang ingin diraih setelah resign. Posisi yang lebih baik, lingkungan kerja yang lebih bergengsi, finansial yang lebih aman, apresiasi, lebih dekat dengan keluarga, atau apa?

Dengan membuat satu atau dua target, Anda bisa mengambil keputusan terbaik. Tetap bertahan di kantor yang sama, atau segera menjalani aktivitas yang berbeda.

Cari pengalaman berbeda

Jenuh lalu ingin mendapat pengalaman berbeda mungkin sekali membuat Anda berpikir untuk keluar saja. Terutama masa pengabdian telah terhitung lama bagi perusahan, sedang tidak ada tantangan baru yang  bisa menambah kekayaan pengalaman.

Kejar apa yang belum didapat. Saatnya merasakan berbagai pengalaman yang unik untuk mewarnai kehidupan agar lebih semarak lagi.

Coba pertimbangan posisi orang-orang terdekat

Lalu, tidak ada salahnya memasukkan posisi orang-orang terdekat sebagai bahan pertimbangan. Orang tua, pasangan, anak-anak, maupun para insan yang menjadi tanggung jawab Anda. Agar keputusan dan perubahan yang sudah menanti bisa diterima. Sekaligus menciptakan peluang untuk tetap bekerja sama apabila kelak bertemu dengan kendala yang cukup berarti. (LAF)

 

Foto ilustrasi: Pixabay

Follow Instagram @ETALASEBINTARO @ETALASEMEDIAKULINER

Comments

comments