26

Stop Candu Anak Pada Game

Segera hentikan candu anak pada game online. Bahayanya bisa berlipat ganda. Orang tua pun harus ketiban rugi bila tak turut serta.

Efek candu terlihat jelas pada minimnya kemampuan bersosialisasi pada orang lain maupun lingkungan. Lupa akan tugas-tugas yang utama, seperti pekerjaan rumah dari sekolah. Di samping memicu depresi serta gejolak emosi yang labil. Anak cenderung menghendaki keinginannya saja, tanpa peduli dengan kepentingan orang-orang di sekitarnya.

Parahnya lagi, keberadaan orang tua dan saudara bukan lagi hal yang penting. Tentu kondisi seperti ini sangat mengkhawatirkan. Dan tidak mudah untuk ditangani. Namun bukan berarti tidak bisa. Orang tua harus berusaha keras supaya anak bisa lepas dari jeratan game online.

Mengajaknya kembali aktif dalam kegiatan yang lebih hangat, lebih riil, dan lebih interaktif. Merekatkan diri lagi pada gaya hidup sosial yang dinamis dan beraneka warna. Tidak monoton membenamkan diri melawan tokoh dari dunia maya dalam kesehariannya.

Buat aturan yang baru

Aturan yang baru memang perlu. Aturan yang menegaskan bahwa candu pada game online harus segera diakhiri. Bila perlu jangan hanya disampaikan secara lisan. Tulis dalam sebuah media lalu pasang agar anak mudah mengingat.

Anak dan orang tua bisa menyepakati aturan yang berlaku bagi semua. Pemberlakuan ini akan mudah ditaati, ketimbang hanya menetapkan pada anak seorang. Misalnya, tidak ada ponsel selama di meja makan, sebelum tidur, di mobil, dan waktu belajar.

Khusus bagi anak yang sudah memasuki taraf ketagihan berkategori gawat, orang tua perlu cukup tegas. Seperti memperbolehkan main game hanya di kala weekend. Itupun maksimal hanya dua jam. Atau menyita semua gadget dan hanya boleh dinyalakan dengan persetujuan orang tua.

Pilih game yang dimainkan bersama

Namun jangan terlalu antipati pada kesenangan anak ini. Coba pahami kegemarannya dan selami dunianya. Sehingga anak tidak merasa tertolak dan lebih mau menerima kesepakatan.

Pakai siasat dengan bermain bersama. Karenanya pilih jenis game yang bisa dimainkan bersama. Lebih baik lagi jika beramai-ramai. Sama-sama memulai dan sama-sama menyadari kapan harus berhenti.

Batasi penggunaan wifi dan paket data

Orang tua juga bisa membatasi wifi di rumah dan paket data. Iringi dengan pemberitahuan resmi sebelumnya. Anak pun tidak terkejut, belajar menerima, walau mungkin masih menyertakan penolakan dan pertentangan. Akan tetapi anak juga belajar membatasi diri bergaul terus menerus dalam permainan online.

Alihkan pada aktivitas lain

Sebagai gantinya, alihkan pada aktivitas lain. Ajak anak-anak berkecimpung langsung pada aktivitas yang meminta gerak fisik secara aktif. Misalnya permainan tradisional, berkebun, berjalan-jalan di alam sekitar, olahraga ringan, dan sebagainya. Dampingi dan hadirkan diri. Ajak saudara-saudara atau temannya untuk ikut meramaikan. Merebut hatinya agar lebih tertarik dan mau membuat diri bergerak.

Sampaikan ke sekolah

Sampaikan saja kecanduan anak pada sekolah. Pinta bantuan dari guru kelas atau psikolog sekolah untuk membantu. Dengan demikian, terapi bisa dilakukan lebih dari satu arah. Berharap hasilnya makin maksimal dan optimal. (LAF)

 

Foto ilustrasi: Pexels

Follow Instagram @ETALASEBINTARO @ETALASEMEDIAKULINER

Comments

comments