18

Tipikal Pasangan Yang Sebaiknya Ditinggalkan

Beruntung jika selamanya cocok dengan pasangan. Namun adakalanya bernasib tidak ideal seperti harapan. Terpaksa meninggalkan pasangan akibat tabiatnya. Tipikal yang memang selayaknya dijauhi agar kerugian tak terus menerus menimpa diri sendiri.

Sebab mempertahankan hubungan sama saja dengan menyiksa diri. Anda akan terus menerus menerima perlakuan yang tidak menyenangkan. Baik bentuk verbal maupun fisik. Selamanya menjadi objek, bukan subjek yang seharusnya sejajar dengan pasangan.

Dampaknya tidak main-main. Ada tekanan hebat yang mesti ditanggung bila intens menerima perlakuan tidak sehat. Misalnya kepercayaan diri yang menurun, stres, hilang harapan, tidak mandiri, juga berdampak pada karier di kantor, termasuk dijauhi orang-orang sekitar. Sebagai bentuk fobia pada pasangan Anda. Khawatir kena imbas yang sama bila masih berinteraksi dengan Anda.

Jadi, jangan ragu untuk menjauhi serta mengakhiri. Lebih baik katakan tidak dan berstatus sendiri. Anda lebih bebas menentukan masa depan dan bersiap menyongsong hidup yang lebih bahagia.

Tidak berkomitmen

Pasangan yang tidak memiliki komitmen tidak layak untuk dipertahankan. Gemar mengingkari janji, berbuat yang sebaliknya di belakang Anda, hobi menggemakan kebohongan, dan sejenisnya. Bahkan segera putuskan pasangan yang kerap bermain playing victim. Sebagai dalih menutupi kebohongannya sendiri. Padahal fakta menunjukkan dialah tersangka utama. Khususnya saat komitmennya selama ini digugat.

Tukang selingkuh

Pikir masak-masak jika Anda tetap terikat dengan tukang selingkuh. Untuk apa relasi yang ada? Dia sudah mendua, membagi hati, dan pikirannya. Apalagi yang sudah melakukannya berulang kali. Sudah pasti merasa dikhianati, ke depan hubungan pasti lebih buruk lagi. Jadi, biarkan saja dia melalang buana sendiri dengan sifat buruknya itu.

Otoriter

Dia yang bertipikal otoriter maupun tirani harus segera dijauhi. Tolak segala ketindasan yang bersumber darinya untuk Anda patuhi. Sampai kapanpun seorang otoriter akan sulit berubah. Menuntut penghormatan, memasang ego tinggi setiap saat, selalu merasa benar. Juga tidak ada bantahan dan alasan yang boleh diajukan padanya. Sulit membayangkan bisa hidup bahagia dengan pasangan seperti ini.

Suka kekerasan

Sama halnya bagi yang tanpa segan-segan menerapkan kekerasan. Tidak mengenal situasi dan kondisi. Meluncurkannya sebagai ucapan lisan, dan waspadai bila telah menyentuh kekerasan fisik. Teramat bahaya tetap menjalin hubungan. Laporkan dan tak perlu takut meminta bantuan orang lain. Semata-mata demi keselamatan pribadi dan membuatnya jera.

Tidak bisa menghargai

Tak perlu memperpanjang hubungan bersama orang yang tak bisa menghargai Anda. Sehubungan dengan segala sesuatu yang melekat pada diri Anda. Sulit memberikan apresiasi pada prestasi, harga diri, kemauan, cita-cita, serta lain-lain. Termasuk sering menganggap sepele masalah, kurang sopan pada teman dan keluarga Anda.

Hanya ingin enak sendiri

Tidak ada untungnya meneruskan relasi dengan dia yang hanya ingin enak sendiri. Mengabaikan Anda yang sedang dirundung problema tanpa memberi uluran tangan sedikitpun. Karakter ini juga cenderung mengambil pilihan untuk segera pergi bila dirasa Anda tidak lagi mendatangkan manfaat untuknya. Sebaliknya, segera mencari kesenangan lain yang lebih memuaskan hatinya. (LAF)

 

Foto ilustrasi: Pexels

Follow Instagram @ETALASEBINTARO @ETALASEMEDIAKULINER

Comments

comments