14

Macam-macam Hasil Akhir Makeup

Hasil akhir makeup sangat menentukan. Diharapkan mampu menyempurnakan penampilan dan makin mengerek kecantikan. Pilih jenisnya, yang sesuai dengan kondisi kulit Anda.

Mengingat setiap hasil akhir memiliki karakteritik yang berbeda-beda. Bagi seseorang mungkin sangat cocok. Namun ketika diaplikasikan pada yang lain belum tentu memperoleh hasil yang baik. Salah-salah justru menurunkan rasa percaya diri.

Matte

Matte makeup sudah dikenal banyak kalangan. Sebagai tata rias yang berkesan natural. Wajah pemakai terlihat alami. Polesannya membuat kulit tampak halus mulus. Bebas dari minyak yang berkilau. Sangat cocok dipadupadankan dengan lipstik atau riasan mata yang tebal.

Gaya matte sangat dianjurkan untuk kulit berminyak. Namun bukan berarti pemilik kulit kering tidak boleh sama sekali. Jika ingin mencoba perlu usaha yang lebih lama. Setelah penggunaan pelembap, diamkan lebih dulu 15 menit. Baru sesudah itu pakai foundation sedikit lebih banyak. Tutup dengan bedak, dan lanjutkan dengan produk kosmetik lainnya. Langkah ini guna menghindari matte makeup mengelupas atau patah-patah.

Glowy

Glowy make up membuat wajah terlihat basah, namun bukan berminyak. Lebih tepatnya bercahaya. Akibat kesan lembap dan kenyal. Serta permukaan kulit terlihat lebih muda dan sehat terawat.

Tren ini sangat digandrungi oleh artis-artis dari Korea Selatan. Bahkan mereka juga sering menambahkan face balm atau face oil agar cahaya makeup semakin terpancar kuat. Akan tetapi, ternyata ada alasan lain mengapa gaya glowy diminati. Sebab gaya ini mampu menjaga kelembapan wajah di tengah-tengah musim dingin yang mencekik di sana. Berdampak nyata pada tekstur kulit yang cepat mengering. Sehingga glowy dianggap metode proteksi yang ampuh dan efektif. Tetap cantik dan sehat meski suhu dingin terus melanda.

Dewy

Dewy tidak banyak berbeda dengan glowy. Sama-sama memproduksi riasan yang bercahaya. Kulit tampak lembap, sehat, dan lebih muda. Namun tidak terlalu berkilau.

Dewy style hanya membutuhkan sedikit pulasan saja untuk setiap produk kosmetik. Seperti usapan bedak yang tipis saja. Termasuk hiasan di area pipi dan mata. Jadi tidak menghasilkan riasan tebal. Tetapi tetap cocok dikombinasikan dengan lipstik yang glossy.

Gaya ini pas untuk pemilik kulit kering. Kulit seolah mendapat sentuhan air. Mengubahnya menjadi sedikit berair. Tanpa memaksa pada kesan yang mendadak basah.

Glossy

Untuk gaya yang terakhir ini, sudah pasti sesuai namanya, hasil makeup sangat basah. Riasan sangat mencolok, kuat, dan mengilat berlebihan. Menggiring opini pada wajah dengan tipe minyak berlebihan. Salah satunya karena adanya pemakaian face balm atau face oil dalam jumlah banyak.

Dinilai kurang cocok dikenakan sehari-hari, apalagi jika Anda sering melakukan aktivitas di luar ruangan. Volume minyak bisa meningkat dengan sendirinya.

Tapi sangat pas digunakan untuk pemotretan majalah, pengambilan video, dan peragaan busana di panggung runway. Mengingat gaya glossy sering diiringi dengan warna-warna makeup yang langka. Contohnya berupa maskara pink yang sengaja dioleskan mengelilingi mata. Dan pilihan warna emas sebagai perona bibir. (LAF)

 

Foto ilustrasi: Pexels

Follow Instagram @ETALASEBINTARO @ETALASEMEDIAKULINER

Comments

comments