10

Penampilan yang Dianjurkan Bagi Pelamar Kerja

Datang memenuhi panggilan wawancara kerja ternyata ada syaratnya. Meski tidak diwajibkan mengenakan barang-barang mahal, ada baiknya pelamar benar-benar memerhatikan penampilan dirinya sendiri.

Sebab dalam sekali pandang saja, seseorang bisa memberikan penilaian. Penampilan menjadi kunci reputasi. Suka tidak, nyaman atau risih, didasarkan pada apa yang terlihat. Paduan yang melekat mulai dari kepala hingga alas yang menutup kaki. Lantas menggiring opini pada bagaimana karakter maupun profesional yang dimiliki.

Sehingga pada tahap interview, dandanan (grooming) punya posisi yang urgen. Sedikit banyak ikut berpengaruh memberikan kontribusi. Apalagi untuk jenis pekerjaan dan perusahaan yang menuntut tinggi etika kerapian dan kepantasan pakaian selama bekerja. Pertemuan pertama sangat menentukan. Pelamar kerja yang tidak menunjukkan etiket berbusana, akan langsung dicoret.

Karena itu, coba buat gaya yang fleksibel. Nyaman buat diri sendiri, sekaligus berhasil memenuhi keinginan selera perusahaan. Meski sesungguhnya Anda tidak terlalu cocok dengan gaya yang diperkenankan. Minimal dengan penampilan yang pas, Anda masuk dalam perhitungan mereka untuk segera mengisi jabatan yang ditawarkan.

Pelamar laki-laki

Adakalanya pelamar laki-laki dianggap lebih mudah dalam perkara pakaian. Sekadar mengenakan kemeja dan terlihat rapi saja sudah cukup. Padahal tidak bisa dianggap sesederhana itu.

Mari mulai dari bagian kepala dan wajah. Upayakan untuk memiliki potongan rambut yang rapi. Atau tidak merusak standar di dunia kerja. Atur bentuk kumis dan janggut sehingga enak dipandang. Termasuk rambut-rambut yang ada di telinga. Khususnya bagi pria yang tergolong “berbulu”.

Selanjutnya Anda bisa memilih antara kombinasi kemeja polos berwarna terang dengan celana gelap. Atau menambahkan jas. Bila ingin memasang dasi, perhatikan corak dan keanggunannya. Jangan sampai dipasang hanya sekadar memenuhi unsur kesan profesional.

Pasang perhatian pula pada bau badan dan nafas. Garansi aroma deodorant dan perfume sudah cukup menyingkirkan bau badan. Tanpa perlu menghasilkan wangi berlebihan. Sebaliknya, antisipasi sejauh mungkin dari tubuh yang berbau rokok dan alkohol. Yang mana justru menimbulkan ketidaknyamanan pada pihak pewawancara. Dengan demikian, Anda bisa tampil sesempurna mungkin.

Pelamar perempuan

Rambut panjang atau pendek, tetap junjung tinggi estetika. Akali dengan kuncir kuda untuk yang berambut panjang dan biarkan lepas terurai untuk yang pendek. Pikir-pikir kembali seandainya Anda ingin menambah aksesoris seperti bando dan pita rambut.

Usapkan makeup yang menciptakan wajah tampak segar alami. Tidak perlu tebal dan berlebihan. Terutama hati-hati memilih warna lipstik, blush on, dan eyeshadow.

Lalu, sama halnya dengan pelamar pria, ambil pengharum ketiak dan tubuh yang beraroma sedang. Aroma kuat yang timbul dari badan malah tidak dianjurkan. Dikhawatirkan selama interview, baunya malah menganggu konsentrasi.

Terakhir, jatuhkan pilihan pada padanan busana yang pas dikenakan. Misalnya kemeja, blazer, dengan celana panjang. Lengkap dengan sepatu yang tidak mengurangi profesionalitas Anda. Tambahkan bros dan kalung sepantasnya.

Hindari menggunakan rok mini atau blus terlalu ketat. Kesan negatif langsung dialamatkan pada kepribadian Anda. (LAF)

 

Foto ilustrasi: Pexels

Follow Instagram @ETALASEBINTARO @ETALASEMEDIAKULINER

Comments

comments