28

Jarak Aman Berhubungan dengan Mantan

Mantan bisa menjadi teman. Mengadakan kontak dan silaturahmi seperti pada umumnya. Walau ada rasa yang berbeda. Ciptakan jarak yang aman agar relasi personal tetap baik-baik saja.

Sebab putusnya sebuah hubungan tentu menyisakan duka. Masih terselip rasa tak rela, dendam, dan masalah yang belum tuntas dibahas. Terlebih bila dulu hubungan harus diakhiri karena terpicu konflik besar. Entah karena perselingkuhan, ketidaksetujuan dari keluarga, hubungan jarak jauh, dan sebagainya.

Pertama kali mengadakan kontak juga tidak mudah. Seringkali seseorang dilanda rasa canggung mengontak mantan mereka. Apalagi bila bertemu kembali untuk pertama kali. Atau takut dinilai susah moved on oleh orang lain.

Padahal berhubungan dengan mantan bukan sesuatu yang salah. Asal jelas untuk apa dan dengan cara yang bagaimana.

Tujuan komunikasi

Ini yang harus benar-benar disadari. Yakni apa tujuan komunikasi diadakan. Bisa saja karena Anda dan mantan harus bertemu karena ikatan pekerjaan profesional. Maka, mau tak mau kontak tetap terjadi. Dapat pula ditujukan untuk memberikan simpati saat mantan dilanda musibah. Tak ada salahnya kan sekadar mengucap duka dan memberi semangat.

Namun hati-hati bila Anda hanya asal menghubungi. Terutama intensitasnya terlalu sering. Jangan-jangan Anda masih berharap. Hasilnya tidak sehat. Belum tentu membuatnya nyaman, malah sebaliknya, semakin ingin menjauh dari kehidupan Anda.

Tidak intens

Oleh karena itu lakukan seperlunya saja. Tidak intens dan berkala seperti dulu. Tidak perlu dibuat jadwal khusus. Tidak ada lagi hari-hari spesial di mana kontak mesti dijalankan. Jaga jarak dengan wajar. Aman bagi diri sendiri tanpa harus selalu menghindari.

Tak perlu membicarakan yang lalu

Bila berkesempatan untuk berbicara atau bertemu kembali, coba ambil topik obrolan yang netral. Seperti urusan kerja, kabar keluarga, dan teman-teman. Sedang bila obrolan mengarah ke hubungan masa lalu, hanya akan mengorek luka dalam-dalam. Belum lagi rasa canggung yang segera muncul. Di sisi lain mudah memicu emosi jadi tinggi.

Kehadiran orang lain saat bertemu

Ajak orang lain turut serta dalam pertemuan. Sebagai penetral agar Anda dan mantan tidak terjebak rasa tak nyaman. Setidaknya meski bertemu, tetapi bila beramai-ramai, komunikasi tidak hanya ditujukan padanya seorang. Anda bisa membaur dan mengarahkan pembicaraan ke banyak orang. Dia ada di depan mata, namun tak lagi mendominasi isi hati.

Saat terikat relasi profesional

Saat Anda dan dia terikat relasi profesional, misalnya masih satu kantor, maka cukup sebatas urusan kerja saja. Tuntaskan kewajiban Anda sebaik-baiknya. Hindari sikap yang menunjukkan permusuhan atau memperlakukannya dengan buruk. Mantan adalah rekan seprofesi. Kedudukan yang seharusnya sudah Anda pikirkan sejak dulu, sebelum menjalin asmara.

Perhatikan emosi diri dan pasangan baru

Selain itu, perhatikan emosi diri sendiri selama berkomunikasi. Termasuk memperhitungkan perasaan pasangan baru yang kini Anda miliki. Serta tak menimbulkan imbas merugikan pada orang yang telah menduduki hati sang mantan. Semuanya demi tercipta jarak yang aman. Bagi Anda, dia, dan orang-orang baru yang telah mengganti posisi. (LAF)

 

Foto ilustrasi: Pexels

Follow Instagram @ETALASEBINTARO @ETALASEMEDIAKULINER

Comments

comments