26

Puasa Tetap Aman Selama Perjalanan Jauh

Musafir, atau orang yang sedang menempuh perjalanan jauh, memang boleh meninggalkan puasa. Tetapi bagi yang tidak ingin membatalkan, tetap boleh berpuasa. Asal jangan sampai menimbulkan gangguan pada kesehatan dan keselamatan.

Misalnya mudik ke kampung halaman atau pergi keluar kota disebabkan suatu kepentingan. Menuju medan yang teramat jauh sembari menahan dahaga dan lapar. Terlebih kadang masih harus mengendalikan kendaraan yang menuntut konsentrasi tinggi. Dua pilihan menjadi tak terhindarkan. Batal atau tetap berpuasa.

Tujuan terencana

Jika Anda tetap ingin puasa penuh, sebaiknya awali dengan membuat kepastian tujuan. Termasuk kapan dan di mana akan beristirahat. Serta mengenali alur jalan yang akan dilewati. Tentukan tempat untuk berbuka dan sahur. Misalnya di rest area atau tempat penginapan.

Jadi Anda bisa membuat ekspektasi waktu yang harus dihabiskan selama dalam perjalanan. Tanpa harus membuang waktu dan tenaga yang berlebihan.

Ambil rute malam

Ambil rute malam agar puasa tergaransi aman. Anda bebas menyantap makanan dan minuman selama berada di jalan. Sangat membantu stamina terjaga dan meniadakan rasa lesu. Lokasi tercapai sekaligus tiada halangan untuk berpuasa.

Penuhi kebutuhan berbuka dan sahur

Namun bila memang mesti ditempuh saat siang hari, usahakan tetap memenuhi kebutuhan sahur. Juga tepat mengakhiri puasa dengan waktu berbuka yang seharusnya. Tak perlu menunda-nunda apalagi melewatinya. Terutama untuk sahur. Sediakan menu yang mengandung gizi dan kalori cukup. Sebagai sumber stamina dan tabungan tenaga. Tubuh tetap sehat dan siap siaga menghadapi berbagai tantangan di jalan.

Perhatikan kesehatan pribadi

Perhitungkan juga kesehatan diri sendiri. Sebab Anda yang paling tahu dan mengerti. Kiranya memang ada kendala fisik yang tak memungkinkan, berpuasa sebaiknya batalkan saja. Namun bila dirasa tetap baik-baik saja, tetap lakukan persiapan sebaik mungkin. Seperti menyediakan tambahan vitamin dan suplemen.

Tempuh dengan transportasi tercepat

Jarak yang jauh bisa diatasi dengan transportasi cepat. Contohnya pesawat. Dalam hitungan sekian jam, Anda sudah sampai di kota tujuan. Status masih dalam kondisi puasa. Tidak ada hambatan yang berarti sehingga membuat Anda tetap bisa bertahan.

Lakukan cara ini jika memungkinkan. Tidak perlu Anda seorang yang mengendalikan lajunya kendaraan. Melainkan bisa dialihkan pada orang lain.

Barang bawaan tidak memberatkan

Serta bawa barang bawaan secukupnya saja. Khususnya bagi yang harus berganti-ganti kendaraan. Memindah-mindahkankan barang bawaan jelas akan meminta energi lebih. Tubuh cepat lemas dan capai. Haus dan lapar bisa berlipat ganda rasanya. Bawa seperlunya yang memang dibutuhkan. Alihkan beban berlebih dengan mengirimnya via agen pos.

Ada waktu istirahat

Dan, alokasikan waktu untuk istirahat. Misalnya tidur beberapa menit sebelum mulai mengendarai kendaran. Berhenti sejenak di tengah perjalanan. Atau buang waktu dengan tidur bila memakai transportasi umum.

Tenaga tersimpan dengan baik dan daya tahan tubuh dalam merespon dahaga maupun lapar masih terkendali. Puasa sembari menjalani perjalanan jauh tak lagi merupakan beban. (LAF)

 

Foto ilustrasi: Pexels

Follow Instagram @ETALASEBINTARO @ETALASEMEDIAKULINER

Comments

comments