21

Merespon Berita Buruk yang Viral

Bad news is good news. Demikianlah motto yang kerap berlaku di dunia jurnalistik. Tidak terkecuali bagi berita duka dan bencana. Saat membacanya, respon yang diberikan harus tepat. Agar tidak terombang-ambing di tengah jutaan informasi setiap hari.

Berita duka dan bencana sering disertai judul yang bombastis. Ditulis dalam bahasa yang membuat pembacanya tergebu-gebu. Menyedot perhatian dan analisa yang beraneka. Padahal isinya belum tentu sesuai dengan fakta yang ada. Meski tetap sebuah ironi, namun kenyataannya tidak sehebat yang diceritakan.

Akhirnya pembaca sendiri yang merugi. Sudah terlanjur termakan berita, ternyata kabar yang diterima berjenis kebohongan belaka. Atau berita yang dimuat hanya untuk mengerek rating semata.

Belum lagi efek panik, khawatir berlebihan, merasa terancam, dan sebagainya. Bagi diri sendiri maupun ditularkan pada orang lain. Jadi coba untuk tetap tenang dan bijak menghadapi setiap berita duka yang datang.

Baca dengan cermat

Jangan hanya baca judul atau melihat gambarnya saja. Baca isi berita menyeluruh, dari awal sampai tuntas. Cermati darimana kabar berasal, kronologi kejadian, ada sumber atau tidak. Kaitkan urutan peristiwa pertama dengan berikutnya. Bila menemui kejanggalan, sebaiknya cerna kembali. Dapat pula dengan berdiskusi dulu dengan keluarga atau teman di sekitar Anda.

Tidak gegabah menyebarkan

Berita duka dan bencana belum tentu bijak untuk disebar. Pertimbangkan manfaat dan kerugian yang ada. Selain juga motif pribadi yang melatarbelakangi. Oleh sebab itu, tahan diri sebelum menyampaikan pada yang lain. Bukan tidak mungkin, dari berita yang Anda sebar, Anda menciptakan ketakutan dan trauma pada orang lain.

Hormati foto-foto korban

Mari hormati para korban dan keluarganya dengan tidak menyebar foto maupun videonya. Banyak yang menganggap penyebaran foto dan video sah-sah saja. Akan tetapi Anda tidak bisa mengabaikan faktor yang lain. Misalnya risiko dilihat anak kecil, perasaan keluarga yang melihat kondisi korban, juga muncul kepanikan massal.

Berbagi secara santun

Ketika Anda sudah memutuskan berbagi berita, lakukan dengan santun. Seperti dengan menyebarkan berita berisi foto-foto netral. Atau sebaliknya. Tidak memuat satu gambar dan video apapun.

Dan, pikirkan ulang untuk menandai akun orang lain di media sosial terkait berita duka ini. Sehingga pihak yang mendapati hasil tautan Anda, tidak merasa terintimidasi.

Beri komentar yang pantas

Selain relevan, beri komentar yang pantas. Minimal mengungkapkan simpati dan empati dari diri Anda. Bukan menyalahkan, mengutuk, atau justru terkesan senang dengan peristiwa yang terjadi. Khususnya bila berita tersebut akan Anda tuliskan di akun milik sendiri. Sikap yang sama juga perlu diterapkan ketika berkomentar di akun orang lain, kanal berita resmi, dan berbicara langsung di hadapan seseorang. Terutama pihak-pihak yang memiliki hubungan khusus dengan korban.

Sebagai peringatan

Wajar bila kemudian Anda merasa takut atau sedih setelah membaca berita. Namun jadikan kabar tersebut sebagai peringatan. Dalam kadar yang wajar dan normal. Tidak sampai ketakutan hingga tak tahu menahu solusi bagi diri sendiri dan keluarga. (LAF)

 

Foto ilustrasi: Pexels

Follow Instagram @ETALASEBINTARO  @ETALASEBINTARO.KULINER

Comments

comments