17

Trik Berat Badan Tetap Terjaga Saat Puasa

Ada penjelasan yang logis mengapa badan berat badan bisa naik saat berpuasa. Padahal jam makan hanya menjadi dua kali sehari. Jika Anda tak ingin mengalami, sebaiknya ketahui triknya agar berat tetap berada di angka ideal.

Terutama bagi yang ingin sekaligus memanfaatkan puasa sebagai diet sehat. Atau berpuasa sebagai cara terapi kesehatan dan menyembuhkan diri dari penyakit. Berat badan yang stabil menjadi tujuan utama. Namun dapat gagal tercapai karena ada yang salah ketika menjalani puasa. Bisa-bisa, bukan hanya berat badan yang naik, penyakit berbahaya juga mulai mengancam.

Akan tetapi tidak lantas puasa menjadi sulit dilakukan. Puasa tetap mudah dijalani. Dengan tetap mengindahkan aturan yang sudah digariskan. Tidak menyantap apapun sejak subuh sampai maghrib. Plus kebiasaan baik yang datang dari diri Anda sendiri. Supaya puasa tetap menyehatkan dan jarum di timbangan tidak bergeser ke kanan.

Menu makan sahur dan berbuka

Kunci pertama terletak pada menu makan saat sahur dan berbuka. Sumber asupan yang ditengarai sebagai biang kerok naiknya berat badan bila asal menyajikannya. Berlebihan menyantap menu yang mengandung karbohidrat sederhana. Hasilnya, kalori yang tersimpan dalam tubuh ikut meningkat pesat. Bila tak teralihkan sebagai tenaga, otomatis berubah menjadi lemak.

Seperti terlalu banyak makan gorengan, makanan manis, dan sebagainya. Lebih baik ganti dengan potongan buah segar atau sumber protein hasil direbus/dikukus.

Di sisi lain, upayakan konsumsi air putih tetap sebanyak dua liter. Cairan yang akan membantu tubuh menjaga keseimbangan metabolisme, mengedarkan zat-zat makanan, dan menghindari dehidrasi.

Porsi secukupnya

Juga jangan balas dendam dengan langsung mengambil porsi besar makanan. Walau ketika waktu berbuka tiba, lapar dan dahaga begitu kuatnya. Sama halnya saat sahur. Ambil porsi makanan secukupnya, sesuai takaran yang biasa diolah oleh tubuh. Tidak perlu menyimpan cadangan makanan terlalu banyak dengan maksud sebagai tabungan untuk sehari penuh.

Tubuh tetap aktif

Tidak dipungkiri selama berpuasa tubuh jadi lebih lemas dan tidak berenergi. Akibatnya jadi malas bergerak. Kalori yang sudah dihasilkan selama sahur dan berbuka tidak terolah dengan optimal. Sudah pasti berpengaruh signifikan pada berat badan. Oleh karenanya, tetap giatkan tubuh dengan berbagai aktivitas fisik. Anda bisa berolahraga ringan atau aktivitas lain yang membuat nyaman.

Jangan malas setelah sahur

Dan ingat, tantangan sering melanda setelah sahur usai. Pasca menyantap kalori tinggi, tubuh langsung diajak terbaring lelap. Sedang anjuran tidur pasca makan setidaknya menunggu dua jam lebih dulu. Bahayanya, makanan yang telah masuk tidak sempat terolah oleh pencernaan. Perut membuncit dan berat badan ikut naik.

Penuhi kebutuhan istirahat

Harus diakui pula, puasa ikut menyita jam istirahat. Berkurangnya jam ini berefek pada meningkatnya hormon leptin. Hormon yang mengontrol nafsu makan. Semakin besar peningkatan hormon, semakin besar rasa lapar. Maka dari itu, dianjurkan orang yang berpuasa memiliki jam tidur cukup dan berkualitas. Semata-mata menghindari rasa lapar dan konsumsi makanan berlebihan. (LAF)

 

Foto ilustrasi: Istimewa

Follow Instagram @ETALASEBINTARO @ETALASEBINTARO.KULINER

Comments

comments