12

Puasa Lancar Saat Traveling ke Luar Negeri

Kadang jadwal traveling tak bisa ditunda  karena Anda mengincar event atau acara tertentu di suatu tempat atau negara. Meski sedang puasa, Anda tetap harus pergi jalan-jalan. Repotnya, bila tempat yang Anda tuju penduduknya mayoritas bukan muslim. Tentu harus ada strategi agar puasa aman terkendali.

Di sana keadaan akan sangat berbeda. Tidak ada suara-suara yang membangunkan untuk sahur. Tanda kedatangan maghrib tidak mudah terbaca. Terkait waktu terbit dan terbenamnya matahari yang tak sama. Juga aktivitas keseharian yang rasa-rasanya tak ada ubahnya seperti hari-hari biasa.

Akhirnya persiapan puasa mesti diupayakan sendiri. Meski Anda pergi jalan-jalan dalam sebuah rombongan. Bukan saja untuk kelancaran puasa, juga demi menghindari datangnya bahaya pada kesehatan. Semacam dehidrasi atau sakit karena tidak kuat menghadapi suhu tertentu. Mulai dari bawa barang bawaan secukupnya supaya tidak memberatkan. Lanjutkan dengan membuat berbagai perencanan agar travelling makin menyenangkan.

Kantongi jadwal puasa

Tidak seperti di sini, di mana jadwal puasa sudah pasti. Anda harus mengantongi batas akhir sahur dan menit mulai berbuka. Sebab ada beberapa negara yang memiliki waktu puasa begitu lama, hingga mencapai 20 jam. Artinya hanya ada 4 jam tersisa. Baru sejenak membatalkan puasa tak lama kemudian harus memulainya kembali.

Memastikan itinerary 

Pastikan Anda sudah tahu akan ke mana saja. Jarak antara yang satu lokasi dengan yang lain harus diperhitungkan. Begitu pula dengan kondisinya. Di dalam ruangan atau di areal terbuka. Mengingat puasa juga harus menahan lapar dan dahaga. Untuk menyiasati, adakalanya Anda bisa memulai jalan-jalan sore hari mendekati jam buka. Jadi tidak terasa berat pada fisik dan stamina.

Transport yang nyaman

Pilih transport yang nyaman. Misalnya yang paling cepat membawa Anda sampai pada tujuan. Atau jenis transport yang tersedia walau Anda sebenarnya bisa jalan kaki. Seperti MRT, kereta listrik, atau taksi. Sangat membantu agar Anda tidak banyak menguras energi. Tubuh pun tetap segar dan bisa menikmati kunjungan dengan optimal.

Siapkan menu sendiri

Karena apa-apa dikerjakan sendiri, siapkan juga menu sendiri. Mungkin sudah bawa bekal dari rumah, atau sebelumnya sudah membeli pasokan. Apalagi pas jam sahur sangat sedikit restoran yang buka dan jauh dari hotel. Catat mana saja restoran yang sekiranya bisa membantu Anda memperoleh makanan halal. Puasa tetap bisa disokong oleh menu yang tak bertentangan.

Islamic center dan komunitas

Selain itu, cari dimana letak Islamic center dan komunitas muslim. Biasanya mereka menyediakan tempat ibadah yang layak, aneka kegiatan Ramadan, dan sajian-sajian khas dari negara tersebut. Sembari istirahat sejenak dari kegiatan jalan-jalan, dan menyempatkan diri menikmati bulan puasa dalam giat kerohanian. Membuat bulan puasa tetap terasa berbeda dari bulan-bulan biasanya, meski berada di negara yang tak merayakannya.

Tetap bersukacita

Di samping itu tetap bersukacita selama di sana. Tak perlu mengasihani diri sendiri, hanya karena orang lain banyak tidak menjalankan puasa. Makanan banyak terpajang dan aromanya begitu kuat. Inilah tantangan yang sebenarnya bisa menjadi godaan, namun Anda butuh kesungguhan agar tidak batal di tengah jalan. (LAF)

 

Foto ilustrasi: Pexels

Follow Instagram @ETALASEBINTARO @ETALASEBINTARO.KULINER

Comments

comments