11

iTTTi Lembaga Pendidikan Bahasa yang Memiliki Lebih dari 1.200 Sekolah

iTTTi bergerak di bidang jasa pendidikan bahasa. Memiliki lebih dari 1.200 sekolah bahasa Inggris dan Jepang, dengan jumlah siswa sekitar 90.000 di Jepang sejak tahun 1989. iTTTi memiliki cabang di berbagai negara, seperti Jepang, Vancouver, London, Brisbane, Los Angeles dan Taiwan. Sedangkan iTTTi Indonesia Jakarta berdiri pada tahun 2014.

iTTTi bermakna; I = International, Institute, Information, Technology dan T= Teaching, Training, Tourism, Trading, Testing, Translation.

Program kelas bahasa Inggris mulai dari usia 3 tahun sampai dewasa. Kinder, Primary, Junior, adult, TOEFL/TOEIC/IELTS Preparation, AAA (Pilot school) dan Conversation class. Menggunakan kurikulum Cambridge University dengan metode PRC (Pronunciation, Rhythm, Control) berfokus pada listening, speaking, reading, grammar dan writing. PRC-M adalah sebuah metode pengucapan (Pronunciation) bahasa Inggris yang berbasis irama (rhytm) dan juga pengendalian (control).

English primary class

Ada dua teknik yang digunakan dalam PRC-M agar dapat mengucapkan kata dalam bahasa Inggris dengan baik dan benar. Teknik yang pertama adalah SCT – Stretch Control Technique, semua kata dalam bahasa Inggris terbagi menjadi 2 teknik. Pertama, menggunakan gesture, mengucapkan kata dengan menggerakkan jari tangan sehingga mempermudah murid memahami intonasi dan penekanan setiap kata agar mudah diucapkan. Kedua, memanjangkan kata, membantu murid mendengar semua bunyi membentuk sebuah kata, dengan mendengar awal dan akhir irama secara alami atau asli secara harfiah.

English kinder class

Teknik kedua, PCT – Physical Control Technique, merupakan alat yang memusatkan pada 10 jenis bunyi konsonan. PCT mencakup 10 bunyi, setiap bunyi diwakili sebuah simbol. Murid menggunakan physical techniques untuk mengontrol pronunciation dari 10 bunyi tersebut.

iTTTi Indonesia berbasis full English at class pada semua tingkatan. Yang memacu murid untuk nyaman berbahasa Inggris selama berada di lingkungan iTTTi Indonesia, terutama di kelas.

Japanese kodomo class

Program Kelas bahasa Jepang, dimulai usia 6 tahun sampai dewasa. Tujuannya, mempermudah murid mempelajari/menulis aksara Jepang, seperti hiragana, katakana, kanji dan romaji. Ada beberapa tingkat kelas, yaitu Kodomo (Kids), Nyumoon (Starter), Shokyuu (Beginner), Shochukyuu (pre intermediate), Chukyuu (intermediate), Chuujoukyuu (Pre advance), Joukyuu (Advance) dan JLPT (Japanese Language Proficiency Test) Preparation Class. Kami menggunakan kurikulum resmi dari Japan Foundation dan buku terbitan, Marugoto. Selain itu kami juga menyediakan pembelajaran untuk buku Minna no nihonggo sesuai kebutuhan murid. Untuk metode pengajaran, kami berfokus kepada pemahaman, aktivitas, listening audio visual, kaiwa (percakapan), pola kalimat dan budaya Jepang.

Kelebihan belajar di iTTTi:

Japanese private class

Japanese Management, kepengurusan standar jepang, yaitu disiplin, santun, ramah, kualitas, fasilitas dan pengajar-pengajar terbaik yang menunjang kegiatan belajar mengajar dan kenyamanan murid dan wali murid.

Parent review after class ended. Pengajar akan me-review dan menjelaskan kegiatan belajar mengajar pada hari itu kepada wali murid serta pencapaian yang dilakukan murid pada saat itu.

Inez, murid kelas bahasa Jepang N5

– Berkapasitas maksimum 7-8 orang perkelas untuk memaksimalkan proses belajar mengajar.

Balancing knowledge, kesetaraan pengetahuan dan perkembangan murid sangat ditekankan supaya bisa mencapai goal/pencapaian yang sama setiap harinya.

Kenzie, murid bahasa Jepang N5

– Exam and Report Day, ujian setiap Quarter (3 month term) berakhir dan kenaikan level, pembagian rapor dan sertifikat setiap level.

Full English environment, membangun murid untuk percaya diri berbahasa Inggris selama berada di lingkungan iTTTi dan memacu mereka juga dapat menerapkan nya diluar iTTTi.

Marva, murid bahasa Jepang N5

School Subject Support, menunjang pelajaran bahasa Inggris di sekolah.

Pizza making activities

Field trip, penyelenggaraan event/lesson di luar kelas seperti Pizza making. Konsep bermain sambil belajar. (YBI)

 

Foto-foto: dok. iTTTi

Follow Instagram @ETALASEBINTARO @ETALASEBINTARO.KULINER

Comments

comments