09

Perhatian Ekstra Bila Tinggal di Tepi Jalan Raya

Tinggal di pinggir jalan raya tidak bisa selalu dilihat sebagai faktor keberuntungan. Ada hal-hal lain yang tidak bisa diabaikan. Perhatian ekstra pun mesti dipasang.

Pasalnya, banyak yang menilai jalan raya merupakan akses yang menarik. Secara tidak langsung turut menentukan harga jual beli properti. Mudah dicari, juga tidak sulit menjangkau ke lokasi. Penghuni tentunya tidak akan membutuhkan waktu yang lama menuju akses utama dari dan ke rumahnya.

Akan tetapi, dari jalan raya pula, kemungkinan gangguan terjadi lebih besar. Bila dibandingkan hunian yang terletak di kompleks yang lebih menjorok ke dalam. Apalagi jika jalan raya tergolong padat dan selalu ramai dari pagi hingga malam hari. Gangguan yang beraneka rupa, serta berpengaruh pada kenyamanan tinggal di dalam rumah.

Pagar pengaman

Kebutuhan akan pagar pengaman tidak bisa dinomorduakan. Benteng nyata untuk membatasi privasi area rumah dan lingkungan dari luar. Ia menjadi penegas bahwa pihak dari luar wajib membutuhkan izin untuk bisa masuk ke dalam.

Mengenai bentuk atau tinggi rendahnya, sesuaikan dengan kenyamanan Anda. Atau tidak jauh-jauh dari konsep rumah, sehingga tidak merusak konsep griya yang sudah berdiri. Anda dapat menambahkan tanaman merambat dan taman vertikal. Jadi pagar tampak ramah dan tidak kaku. Selain tentunya menciptakan suasana hijau pada rumah Anda.

Bantuan sekuriti

Tidak harus memiliki sekuriti sendiri. Namun Anda harus memastikan ada bantuan keamanan yang melingkupi rumah setiap saat. Senantiasa agar rumah mendapat perhatian yang cukup dari gangguan kriminal dan yang tak terduga. Perasaan was-was atau khawatir berlebihan pun bisa ditepis sejak awal.

Debu dan polutan dari luar

Rumah di tepi jalan raya cenderung lebih kotor. Terutama bagian atap, teras, dan halaman. Jalan raya menyumbang debu dan bahan polutan tanpa perasaan. Terkadang meski belum lama dibersihkan, bagian rumah depan sudah kotor kembali. Ambil langkah yang efektif agar barang-barang tertentu tidak tercemar oleh debu dan polusi. Seperti menutup area permukaan dengan kain saat tidak digunakan.

Akses keluar masuk

Selain pagar, tilik kembali akses keluar masuk lainnya. Misalnya pintu dan jendela yang tidak dilengkapi terali. Celah besar bagi orang luar untuk masuk ke rumah setelah berhasil melompati pagar. Segera atasi tanpa menimbulkan akses tertutup bagi anggota keluarga sendiri.

Parkir dan hak pengguna jalan  

Begitu pula soal parkir. Sedianya akan lebih bijak jika Anda memiliki carport sendiri. Sehingga tidak memakan badan jalan. Termasuk bila ada tamu datang. Tidak mengganggu hak pengguna jalan. Tetapi kondisikan supaya pemakai jalan raya tidak mengganggu Anda dengan parkir sembarangan di depan pagar.

Risiko demensia

Studi dari Public Health Ontario, Kanada, menyebutkan mereka yang tinggal di pinggir jalan raya punya risiko menderita demensia lebih tinggi. Risiko yang bersumber dari bahan polutan kendaaran. Selain itu, terancam terkena stroke, tekanan darah tinggi, parkinson, dan kebisingan yang luar biasa. Penyakit yang akhirnya berpengaruh pada aktivitas dan cara bersosialisasi. (LAF)

 

Foto ilustrasi: Pexels

Follow Instagram @ETALASEBINTARO @ETALASEBINTARO.KULINER

Comments

comments