06

Berbagai Pertimbangan Sebelum Menerima Pensiun Dini

Tidak ada salahnya menerima tawaran pensiun dini. Atau justru mengajukan inisiatif kepada perusahaan tempat bekerja. Tentunya harus disertai berbagai pertimbangan. Agar pensiun dini menjadi keputusan yang tepat dalam hidup Anda.

Di Indonesia, pensiun rata-rata dialami saat berusia 55 hingga 60 tahun. Di bawah usia tersebut sudah dianggap sebagai pensiun dini. Tetapi menurut para pakar, usia ideal sebenarnya sebelum menginjak 40 tahun.

Sedang mengenai definisi pensiun, berarti berhenti bekerja yang menghasilkan pemasukan aktif. Seseorang bisa tidak lagi bekerja, bisa pula masih memiliki penghasilan dari yang sifatnya pasif. Seperti investasi pada usaha dan properti. Tidak mengeluarkan waktu dan tenaga, namun uang tetap mendatangi.

Jadi, terkait usia yang terhitung masih produktif, pada dasarnya pensiun dini tidak menghentikan seseorang untuk tetap berkarya. Berhenti di satu tempat, namun masih mampu melanjutkan langkah di tempat lainnya. Terus mengukir prestasi dan bersinar.

Finansial aman

Pensiun identik dengan berkurangnya pemasukan. Oleh karenanya, sangat penting untuk memastikan finansial benar-benar aman. Saldo rekening, rasio utang, nilai investasi, dan sebagainya. Termasuk tidak bisa mengabaikan kebutuhan orang lain yang masih menjadi tanggung jawab Anda. Misalnya, pendidikan anak-anak.

Sumber pemasukan baru

Mengambil pensiun dini berarti juga memungkinkan Anda masih bisa mendapat pemasukan yang baru. Entah dengan cara bekerja di perusahaan lain atau berwirausaha. Banyak pula yang memutar uang pesangon pensiun sebagai modal baru. Apalagi jika usia masih memungkinkan Anda menjajal berbagai kesempatan lainnya. Mungkin yang dulu hanya dari satu sumber, sekarang bisa dari beberapa. Kesempatan emas kan?

Faktor kesehatan

Seseorang bisa mengambil keputusan untuk pensiun karena faktor kesehatan dirinya. Namun tidak selalu tubuhnya yang sudah menderita penyakit. Dapat pula karena situasi di kantor yang bila terus menerus ia jalani akan menimbulkan sakit. Misalnya jadwal lembur yang terlalu sering perlahan menciptakan stres yang berat. Akhirnya merambah pada stamina secara keseluruhan.

Tempat bekerja tidak nyaman

Nyaman tidaknya tempat bekerja sangat menentukan seorang karyawan betah berlama-lama atau segera hengkang. Contohnya minim apresiasi perusahaan terhadap jerih payah pegawainya. Upah tidak kunjung naik dan karier yang mentok. Ditambah perusahaan tidak mampu mengatasi persaingan di antara rekan kerja dengan sehat. Jadi, pensiun dini terkadang menjadi keputusan terbaik. Daripada terjebak dalam situasi tidak menguntungkan terus menerus.

Ide aktivitas berikutnya

Pensiun dini bukan berarti berhenti. Pikirkan aktivitas apa yang selanjutnya akan Anda jalani. Cukup bergerak dalam lingkungan keluarga, aktif di yayasan sosial, membuka usaha, atau apa? Bahkan banyak yang alih profesi, ke passion yang tertunda. Jenis pekerjaan yang dulu mesti dikorbankan mengingat ada kebutuhan lain yang tidak kalah pentingnya.

Keluarga  

Begitu pula dengan keluarga. Kebutuhan rumah tangga yang masih banyak membuat Anda berpikir ulang untuk segera pensiun. Akan tetapi dalam situasi yang lain, Anda ingin pensiun karena ingin berada di dekat keluarga. Menemani anak yang semakin besar, membutuhkan banyak curahan kasih sayang, dan sebagainya. (LAF)

 

Foto ilustrasi: Pexels

Follow Instagram @ETALASEBINTARO @ETALASEBINTARO.KULINER

Comments

comments