03

Berbagai Jenis Sakit Kepala

Tampaknya sakit kepala pernah dialami oleh semua orang. Tapi yang tidak disadari, jenisnya ternyata bermacam-macam. Berbeda-beda jenis dan sumbernya.

Paling tidak jika ditotal, jumlahnya mencapai 150 jenis sakit kepala. Tetapi ada beberapa jenis yang paling umum dialami oleh mayoritas orang. Memiliki nama yang berlainan, namun satu sama lain menunjukkan gejala yang sama. Yakni ada aktivitas kimia yang terjadi di otak, saraf, pembuluh darah di dalam dan luar tengkorak, serta otot-otot kepala dan leher.

Ada yang terpicu karena gaya hidup. Seperti terlalu banyak konsumsi alkohol, daging olahan dengan kandungan nitrat, postur tubuh tidak ideal, perubahan waktu tidur, dan stres. Ada pula yang disebabkan oleh kondisi lebih serius. Misalnya pendarahan otak, tensi tinggi, tumor dan gegar otak, kekurangan oksigen, keracunan karbondioksida, masalah gigi tertentu, serta infeksi pada beberapa organ tubuh.

Tidak semua jenis sakit kepala membutuhkan bantuan dokter. Penderita bisa mengatasi sendiri, pastinya dengan cara-cara yang sehat. Bila tidak teratasi, sebaiknya Anda segera berkonsultasi dengan dokter. Contohnya saja ketika sakit kepala tidak mempan dengan obat, intens datang secara berkala, mendadak dan teramat nyeri, atau selalu terjadi setelah aktivitas tertentu.

Sakit kepala tegang

Sakit kepala tegang juga disebut tension headeache. Sakitnya terasa di sebelah kanan kepala dan masuk dalam kategori ringan. Dapat hilang dengan sendirinya setelah berlangsung 30 menit lamanya. Bersamaan dengan itu, Anda juga bisa merasakan ketegangan di belakang leher, lalu menyebar ke otot bahu dan rahang. Sering pula memberikan tekanan di belakang mata.

Migrain

Dikenal pula sebagai sakit kepala sebelah. Gangguan neurologis turunan karena ketahanan yang rendah terhadap rangsangan. Penderita kerap dibuat tak berdaya. Rasa sakitnya berdenyut intens dan bagai dihantam benda keras. Selain itu juga memberikan rasa mual, muntah, atau sensitif terhadap suara dan cahaya. Migrain dikatakan parah bila berdurasi antara 4 jam sampai 3 hari.

Sakit kepala cluster

Mirip dengan migrain. Bedanya lebih menyerang area mata dan sekitarnya. Membuat mata jadi memerah, berair, pupil mengecil, serta hidung ikut berair. Sekali terjadi bisa memakan waktu 15 menit hingga 3 jam. Nyerinya mengejutkan dan bahkan sering membangunkan penderita yang sedang tidur. Kondisi ini bisa tiba-tiba kembali terasa, walau sudah sekian bulan atau tahun tidak terjadi.

Sakit kepala sinus

Sakit kepala sinus dipicu oleh infeksi virus flu. Gejalanya dapat dirasa pada bagian tulang pipi, dahi, atau batang hidung Anda. Saat jenis sakit kepala ini melanda, penderita juga mengalami sakit lainnya. Hidung meler atau tersumbat, telinga berdenging, demam, dan juga sakit tenggorokan.

Sakit kepala hormon

Sakit kepala hormon banyak dialami oleh para wanita. Momennya muncul bersamaan atau mendekati siklus menstruasi dan menopause. Di samping terpengaruh kondisi setelah hamil dan minum pil KB. Jenis ini tidak tergolong serius dan mengancam jiwa. Akan tetapi jika sampai terjadi berulang dan berdurasi lama, ada baiknya tak perlu menunda pengobatan dari ahlinya. (LAF)

 

Foto ilustrasi: Pixabay

Follow Instagram @ETALASEBINTARO @ETALASEBINTARO.KULINER

Comments

comments