25

Aturan Pemakaian GPS Sambil Menyetir

Beberapa waktu lalu gonjang-ganjing tentang pelarangan penggunaan GPS ramai dibicarakan. Banyak pro dan kontra. Supaya tidak salah informasi, sebaiknya Anda perlu mengenali bagaimana sebenarnya aturan yang berlaku.

Pada dasarnya, bukan dilarang sama sekali. GPS, global positioning system, tetap diperbolehkan bagi para pengemudi mobil dan motor. Pemerintah tetap mempertimbangkan fungsinya yang sangat membantu sebagai navigator. Khususnya bagi mereka yang berprofesi di bidang taksi online atau kerap berlalu lalang di jalan raya.

Di sisi lain tidak mungkin menjauhkan sama sekali masyarakat dari GPS. Sebab aplikasi ini menjadi cerminan kemajuan teknologi yang sangat aplikatif dalam kehidupan riil. Tanpa perlu bertanya, jawaban tentang petunjuk arah langsung didapat.

Pemerintah, melalui Kementerian Perhubungan, menilai penggunaan GPS perlu diatur dengan seksama. Mengingat penggunaannya bersamaan dengan mengemudi bisa mengganggu konsentrasi. Pengemudi bisa terus menerus melihat layar ponsel dan mengabaikan keselamatan dirinya maupun orang lain. Sehingga berpotensi terjadi kecelakaan.

Aturan yang sebenarnya telah lama tertuang dalam Peraturan Menteri Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas Angkutan Jalan Pasal 186. Di mana disebutkan pengemudi diwajibkan mengemudi dengan konsentrasi dan wajar. Tidak ada gangguan fisik, mata, dan pendengaran. Dan GPS dikategorikan sebagai gangguan.

Kena tilang bila…..

Pengendara akan dikenakan tilang dan denda bila didapati mengemudi sambil aktif memakai GPS. Dendanya berupa uang tunai sebesar Rp 500 ribu. Tentunya hukuman akan semakin berat bila dari melihat GPS, muncul bahaya. Misalnya luka pada orang lain atau mengganggu ketertiban berlalu lintas. Jadi, gunakan GPS dengan bijak. Bukan saja untuk menghindari hukuman dari aparat, tetapi juga menghindari bahaya pada yang lain karena ulah kita.

Gunakan sebelum jalan

Lantas sebaiknya bagaimana? Padahal Anda sangat membutuhkan GPS guna menunjukkan arah. Terutama ketika dihadapkan tidak tahu sama sekali arah tujuan, merasa asing, bingung, dan tidak ingin terjebak di area macet.

Tenang saja. Anda dapat menggunakannya sebelum menyetir. Buka aplikasinya dan cermati petunjuk yang disarankan oleh navigasi. Fokus atau konsentrasi bisa digunakan optimal untuk mencerna jalur-jalur terbaik yang disarankan. Tidak dilingkupi perasaan khawatir dengan pengendara lain yang juga sedang lewat. Sehingga bola mata tidak bolak-balik memelototi antara layar ponsel dan pemandangan di depan.

Berhenti dulu

Jika selanjutnya Anda lupa akan petunjuk lalu ingin melihat GPS kembali, sebaiknya berhenti. Tepikan kendaraan dalam posisi yang aman, baru kemudian membuka aplikasi. Baca ulang rute-rute yang mesti ditempuh. Bukan dengan cara tetap menjalankan kendaraan dan terus melihat GPS.

Minta bantuan teman

Cara lainnya adalah meminta bantuan teman. Orang yang duduk disamping Anda bagi yang sedang menggunakan roda empat, atau orang di belakang Anda bagi yang menggunakan roda dua. Berikan instruksi yang detail tentang tujuan, sehingga mereka bisa langsung memasukkan kata-kata kunci. GPS langsung bereaksi dengan jawaban berupa arah yang benar. Anda pun bisa terus melaju penuh konsentrasi tanpa gangguan. (LAF)

 

Foto ilustrasi: Pexels

Follow Instagram @ETALASEBINTARO @ETALASEBINTARO.KULINER

Comments

comments