01

Membangun Kesepakatan Ketika Anak Mau Jalan-jalan Sendiri

Wajar bila orang tua khawatir saat anak mengajukan izin jalan ke mal sendiri. Atau pergi dengan teman-teman sekolah di akhir pekan. Wanti-wanti berupa kesepakatan harus dibuat agar anak bisa kembali pulang dengan aman.

Umumnya permintaan ini akan diajukan ketika anak menginjak remaja. Dimulai dari 11 hingga 13 tahun. Intensitasnya terus bertambah seiring pertambahan umur meraka. Umur yang dinilai oleh para psikolog ideal bepergian ke tempat yang jauh dari rumah. Tanpa pengawasan orang tua dan mulai mengeksplor lingkungan dengan cara mereka sendiri.

Karena itu kesepakatan diperlukan guna membentengi hal-hal yang tidak diinginkan. Di samping menggugah kesadaran anak untuk berperilaku sehat. Misalnya tidak konsumtif, tidak kecanduan berbelanja, dan sebagainya. Mengingat usia mereka yang kerap belum diimbangi dengan kondisi emosional yang sudah matang. Labil dan bingung dalam pengambilan keputusan.

Alasan yang bukan rahasia

Jangan sampai ada rahasia. Ajak anak terbuka dengan mengatakan alasan yang sebenarnya. Dengan siapa saja dan untuk apa. Sekadar nongkrong, nonton film, mencari kado buat teman, atau alasan lainnya. Jika sekiranya alasan dapat diterima, biarkan anak mencoba pengalaman barunya. Beri kesempatan agar dia mencoba bersosialisasi bersama teman-teman di tempat umum. Namun yang terpenting, kenali siapa teman dan orang-orang yang akan ditemui di mal nanti.

Durasi

Kesepakatan juga perlu melingkupi durasi. Kapan dan berapa lama untuk sekali kunjungan. Orang tua dan anak bisa menyepakati sebulan sekali dan maksimal hanya tiga jam saja. Dapat dilakukan akhir pekan atau sepulang sekolah. Pastinya tetap mengantongi restu orang tua, walau jadwal main ke mal sudah diketahui kedua belah pihak.

Jumlah uang yang dihabiskan

Begitu pula jumlah uang yang boleh untuk dijajakan. Nilainya dapat tergantung dari sisa uang jajan atau sengaja dialokasikan oleh orang tua. Dengan pertimbangan kunjungan ke mall merupakan bagian dari me time. Penting bagi anak mengetahui dengan pasti maksimal rupiah agar dia tidak boros dan sembarangan membeli ini itu.

Apa saja yang boleh dibeli?

Selain itu juga sangat urgen menekankan apa saja yang boleh dibeli. Buat aturan yang detail supaya tidak timbul efek buruk pada kesehatan atau mengubah kebiasaannya. Contohnya jauhi makanan dan minuman yang terlalu banyak kandungan gula dan bahan pengawet. Apalagi bila anak mengidap alergi tertentu.

Bersikap pada orang asing

Di sisi lain, jelaskan interaksi yang sewajarnya pada orang asing. Sebab orang asing belum tentu mengancam keselamatan. Kadang juga dibutuhkan untuk kepentingan anak. Seperti sekuriti, penjaga kebersihan yang dapat memberikan keterangan tertentu. Tetapi anak perlu waspada jika mendadak ditawari orang lain makan bersama atau dibelikan sesuatu.

Siap dihubungi kapan saja

Pastikan pada anak bahwa dia bisa dihubungi kapan saja. Bukan sebagai cara pengekangan atau tak percaya. Melainkan orang tua ingin memastikan dia baik-baik saja. Pinta padanya agar selalu mengaktifkan ponsel. Serta memberitahukan lebih awal bila terjadi perubahan jam kepulangan atau pindah ke mal lain. (LAF)

 

Foto ilustrasi: Pexels

Follow Instagram @ETALASEBINTARO @ETALASEBINTARO.KULINER

Comments

comments