29

Bila Ditawari Kerja Tapi Tak Sesuai Jurusan Kuliah

Idealnya, bekerja memang sudah sewajarnya sesuai jurusan kuliah. Tetapi adakalanya tidak demikian. Memiliki pekerjaan yang tidak berhubungan sama sekali dengan materi yang dipelajari selama ini? Tak perlu pusing. Ada banyak jalan keluar yang bisa diupayakan.

Misalnya Anda berasal dari jurusan eksakta tapi bekerja di bidang humaniora. Mungkin di dalam hati ada yang tidak disepakati. Ditambah selentingan-selentingan sumbang yang kerap menilai profesi. Menganggap rugi sudah capek-capek kuliah tapi berakhir pada jenis pekerjaan yang tak serasi dengan teori.

Pada dasarnya fenomena seperti ini sudah tidak asing. Data dari Kementerian Ketenagakerjaan menyebutkan, sebanyak 63% lulusan sarjana bekerja tidak sesuai dengan jurusannya. Penyebabnya diduga berasal dari faktor ekternal maupun internal. Seperti sedikitnya jumlah lapangan kerja yang tersedia sehingga tidak mampu menyerap lulusan jurusan tersebut. Atau peminat suatu pekerjaan terlalu banyak, yang membuat para lulusan tersisih dan memutuskan untuk mengambil jenis pekerjaan lain. Ketimbang terjebak pada status sebagai pengangguran. Juga, di sisi lain, kurang adanya kemauan kuat untuk meraih pekerjaan seperti cita-cita awal. Tepatnya berdasar background di bangku kuliah.

Terima saja sebagai karier pertama

Jangan buru-buru menolak. Terima tawaran yang diajukan meski terlihat sepele dan tidak prestise. Atau justru bebannya terlihat sangat berat. Ambil setiap kesempatan yang ada.

Rintis ia sebagai karier pertama. Meski banyak terpaan dari sana sini. Namun lebih baik mengerjakan yang ada, daripada waktu yang kita miliki terbuang tidak berarti. Apa yang akan kita kerjakan tetap mendatangkan manfaat bagi diri sendiri maupun bagi orang lain.

Ambil pengalaman dan jejaringnya

Selain membutuhkan karier, Anda juga memerlukan pengalaman dan jejaring pertemanan. Semuanya hanya bisa diperoleh asal Anda berkecimpung aktif di dunia kerja. Tidak lain dengan mengambil tawaran yang ada. Karier, pengalaman, dan jejaring yang dapat mengantarkan Anda meraih profesi sesuai jurusan kelak.

Ilmu selalu ada manfaatnya

Di samping itu, hapus opini yang menganggap ilmu selama kuliah tidak bermanfaat sama sekali. Semua ilmu yang sudah Anda genggam bisa mendongkrak citra dan performa. Sekaligus menambah warna dan melengkapi kekurangan yang ada di sela-sela keseharian kerja. Bukan tidak mungkin menjadi penyelamat urusan saat perusahaan dihadapkan pada situasi darurat. Misalnya Anda bisa tampil sebagai penerjemah bahasa asing ketika yang lain tidak bisa berdialog aktif dengan klien dari luar.

Ajukan syarat kepada perusahaan

Namun bila ragu menerima, ajukan saja syarat tertentu. Syarat yang sekiranya tidak akan memberatkan Anda bila beban pekerjaan tidak sanggup dipenuhi. Mengingat sedari awal Anda tidak menguasai. Contohnya diperbolehkan mundur di periode tertentu, tidak ada rapel gaji, dan sebagainya.

Jangan terima bila….

Segala keputusan ada di tangan Anda. Tetap sah berkata tidak dan menolak. Terlebih ketika disadari jenis pekerjaan bertentangan dengan hati nurani atau Anda sangat yakin tidak bakal mampu mengerjakan sesuai tuntutan perusahaan. Lebih baik tawarkan balik agar pekerjaan diambil oleh lulusan yang memang kompeten di bidangnya. (LAF)

 

Foto ilustrasi: Pexels

Follow Instagram @ETALASEBINTARO @ETALASEBINTARO.KULINER

 

Comments

comments