27

Mengolah sayuran impor dengan benar

Beberapa sayuran mungkin masih terasa asing untuk diolah, meski Anda sering melihatnya di jajaran sayuran di supermarket atau melihatnya di televisi. Beberapa sayuran impor memang memiliki trik untuk mengolahnya. Pahami dulu, agar ketika ingin mengolah sayuran tersebut Anda sudah mengenalnya.

Sayuran lokal memang berlimpah. Namun tak ada salahnya sesekali mencoba menyajikan masakan dengan menggunakansayuran impor. Anggap saja sebagai variasi dan untuk menambah wawasan seni memasak Anda.

Sayuran impor ini telah banyak dijual di supermarket. Beberapa malah mungkin bisa Anda temukan di pasar modern. Ada banyak cara untuk mengolah sayuran impor ini, karena mereka memiliki rasa yang unik.

Artichoke

Bentuknya seperti pucuk bunga berwarna hijau namun kelopaknya berlapis-lapis. Untuk mengolah sayur ini, Anda harus mengupas lapisan-lapisannya. Karena lapisan dalamnyalah yang biasa dikonsumsi. Bagian dalam ini lunak dan warnanya lebih muda.

Pilihlah artichoke yang berwarna hijau terang, tidak berbercak, dan terlihat segar. Artichoke bisa digunakan sebagai campuran salad bersama mayones, saus bechamel, atau saus hollandaise. Bila ingin disantap segar, rendam dulu dalam air, air garam, atau air cuka.

Selain itu, sayur yang kaya akan vitamin C dan zat besi ini bisa diolah dengan cara ditumis atau campuran sup. Tentu setelah direbus atau dikukus hingga lunak.

Bila ingin disimpan, bungkus dengan plastik wrap lalu letakkan di kulkas. Artichoke bisa tahan 4-5 hari. Sedangkan artichoke yang sudah diolah hanya bertahan selama 24 jam.

Radish

Anda bisa saja tertukar dengan kentang atau ubi, karena bentuknya memang mirip kedua umbi tersebut. Sayur yang kaya potasium dan asam folat ini masuk ke dalam keluarga lobak. Ada beberapa varian radish, antara lain red radish, black radish, dan white radish yang kerap disebut daikon. Untuk rasa, red radish disebut-sebut memiliki rasa yang paling enak karena manis.

Bila Anda ingin mengolahnya, pilih radish yang beraroma tajam, teksturnya keras, dan kulitnya masih mulus tanpa lubang atau bercak.

Radish biasanya diolah sebagai campuran salad, sandwich, atau dicelup ke saus. Namun tak salah juga bila Anda mengolahnya menjadi stew atau sup. Untuk menyimpannya, bungkus dalam plastik lalu simpan dalam lemari pendingin dalam keadaan kering.

Rhubarb

Saat masih muda, rhubarb berwarna merah muda. Namun semakin tua warnanya akan berubah menjadi merah tua. Yang bisa diolah dari sayuran ini adalah bagian batangnya. Sedangkan daunnya yang lebar dan berwarna hijau segar mengandung asam oxalic yang beracun.

Rhubarb juga sering disebut dengan kelembak. Pilihlah yang berwarna merah tua segar, keras, dan tidak bersisik. Semakin merah warna rhubarb, rasanya semakin manis.

Sayuran yang kaya vitamin C ini kerap digunakan sebagai selai atau isian pie, dicampur dengan buah lain karena rasanya yang manis.

Cara mengolahnya juga sangat mudah, buang daunnya, potong batangnya, lalu masukkan ke dalam panci yang berisi air. Biarkan mendidih. Setelah mendidih, kecilkan api dan biarkan rhubarb menjadi berbentuk bubur. Bila ingin lebih manis, tambahkan gula atau madu. Masukkan pula rempah-rempah, seperti kayu manis, pala, kapulaga. (YBI)

 

Foto ilustrasi: Istimewa

Follow Instagram @ETALASEBINTARO @ETALASEBINTARO.KULINER

Comments

comments