19

Serba-Serbi Dermabrasi

Teknik dermabrasi di dunia kecantikan kian digemari. Teknik ini diyakini mampu menunjang penampilan. Tapi, kenali lebih dekat serba-serbinya. Sebab ada untung rugi yang mesti ditimbang baik-baik sebelum menjalaninya.

Secara garis besar, dermabrasi adalah teknik pengelupasan kulit. Dalam prosesnya ada alat yang akan bekerja dengan terus berputar di permukaan kulit wajah. Tujuannya guna mengangkat kulit paling luar. Sehingga wajah tampil lebih muda, warna merata, bersinar dan mulus.

Sebaliknya, berbagai gangguan di wajah menghilang. Seperti garis-garis halus, bintik hitam, bekas luka karena operasi atau terbakar matahari, jerawat, kemerahan di kulit, dan tato.

Untuk dapat menikmati hasil dermabrasi, Anda bisa pergi ke klinik-klinik kecantikan. Tetapi pihak yang menangani tidak boleh sembarangan. Hanya boleh dari kalangan dokter kulit dan tenaga kesehatan profesional. Karena ada obat bius atau anestesi yang memerlukan dosis tertentu.

Di samping itu, dokter tidak akan mengizinkan semua yang datang bebas menjalani dermabrasi. Calon pasien mesti lulus uji dari riwayat kesehatan yang aman. Misalnya tidak sedang mengalami peradangan jerawat, herpes, cenderung mengalami keloid, dan ada luka bakar karena radiasi. Juga tidak sedang mengonsumsi obat-obatan yang membuat lapisan kulit menipis.

Persiapan dari diri sendiri

Lakukan konsultasi pada dokter sembari mencari info yang lebih lengkap tentang dermabrasi. Katakan sejujurnya tentang riwayat kulit yang Anda miliki, termasuk alergi pada obat tertentu. Bila memang tidak diperkenankan, lebih baik tunda menjalani dermabrasi. Ketimbang mendapati risiko berat di kemudian hari.

Selain itu, dokter akan sangat menyarankan Anda menghindari paparan sinar matahari selama dua bulan sebelum menjalani perawatan. Bila akan beraktivitas di luar rumah, gunakan tabir surya. Sinar matahari akan membuat warna kulit tak merata. Sehingga hasil proses dermabrasi bisa tidak optimal.

Kronologi tindakan dokter

Langkah pertama yang akan dilakukan dokter dimulai dengan membersihkan semua area wajah, menutup mata dengan alat khusus, dan menandai area mana saja yang akan diobati. Selanjutnya menyuntikkan obat bius. Untuk mengurangi rasa sakit selama prosesi dijalankan. Jenisnya bisa bersifat lokal atau total, tergantung dari kondisi tubuh pasien.

Berikutnya, dokter mulai menekan kulit dan mengoperasikan alat pada wajah. Waktunya bisa memakan hitungan menit dan jam. Semakin banyak masalah wajah yang harus ditangani, waktu yang dibutuhkan akan semakin lama.

Setelahnya, dokter akan memberikan salep. Menjaga kulit tetap lembap tanpa harus terasa lengket.

Risiko yang bisa terjadi

Bukannya tanpa risiko. Pasca dermabrasi, pasien harus siap dengan kemungkinan yang tidak membuat nyaman. Efek samping berupa kulit kemerahan dan bengkak, sensitif dan berubah menjadi pink, muncul banyak jerawat, pori-pori wajah membesar, infeksi dengan adanya jamur dan virus, serta munculnya jaringan parut.

Setelahnya, lalu apa?

Setelah semua rangkaian dermabrasi dilalui, Anda masih wajib mengikuti beberapa aturan dari dokter. Pastinya Anda tidak boleh mengonsumsi alkohol dan mengisap rokok sementara waktu. Juga harus kembali menemui dokter yang menangani dalam 48 jam. Berkonsultasi sekaligus memastikan kulit Anda tetap aman menerima perlakuan dermabrasi. (LAF)

 

Foto ilustrasi: Pexels

Follow Instagram @ETALASEBINTARO @ETALASEBINTARO.KULINER

Comments

comments