16

Haruskah Siswa Mengikuti Bimbel?

Bimbingan belajar, atau sering disingkat bimbel, semakin menjamur dan populer di kalangan siswa. Terutama bagi siswa yang akan lulus atau masuk perguruan tinggi. Namun, haruskah setiap siswa mengikutinya?

Populernya bimbel di mata siswa dan orang tua bukan tanpa sebab. Lembaga ini dinilai lebih cepat mengantarkan siswa meresapi materi. Di samping iming-iming meraih nilai tinggi saat sedang ujian akhir atau lolos masuk kampus-kampus favorit.

Trik yang dipakai adalah dengan memberikan latihan soal sebanyak-banyaknya. Masing-masing soal akan di-breakdown dengan memakai cara yang paling cepat. Sehingga dalam hitungan beberapa detik atau tak lebih dari semenit, siswa sudah mengetahui jawabannya. Khususnya soal-soal dari pelajaran eksakta.

Banyak bimbel yang mengklaim diri sebagai institusi yang memahami soal-soal yang akan diujikan di universitas. Soal yang jarang diberikan di sekolah, yang membuat siswa bisa gugup atau kalang kabut jika tidak belajar bersama mereka.

Tentu bila kembali pada pertanyaan tadi, jawabannya sangat relatif. Tergantung dari kondisi siswa masing-masing. Tetapi bila Anda dan anak masih bimbang untuk bergabung atau tidak, sebaiknya perhatikan beberapa faktor berikut ini.

Segi biaya

Tarif bimbel tidak bisa dikatakan murah. Untuk dua kali pertemuan dalam seminggu, biayanya bisa mencapai Rp 1,2 juta. Nilainya bisa lebih mahal dibanding uang bulanan sekolah.

Bahkan kini muncul beberapa bimbel yang tergolong mewah. Bertarif puluhan juta yang tidak hanya memberikan materi saja. Tetapi juga kelas belajar yang sangat nyaman dan tempat tinggal berupa apartemen.

Jadi, silahkan didiskusikan bersama. Dan perlu diingat, murah tidaknya suatu bimbel tidak menjadi jawaban satu-satunya bahwa anak memerlukannya. Meski finansial keluarga dapat menyanggupi.

Waktu belajar

Sebelum mendaftar, lihat kembali jadwal belajar yang dibuat oleh bimbel. Rata-rata selama 1,5 jam dalam satu pertemuan setelah jam belajar di sekolah. Untuk kelas lolos universitas, biasanya diagendakan bertemu tiap hari.

Apakah waktu tersebut bisa efektif bagi putra-putri Anda? Atau justru tidak membangun konsentrasi sama sekali. Karena anak sudah capek dan terlalu letih menerima terus menerus materi pelajaran.

Kebutuhan atau mengikuti tren

Tanpa menafikan manfaatnya, coba pikir-pikir apa alasan sesungguhnya anak perlu masuk dalam bimbel. Waktu belajar yang memang kurang atau sekadar mengikuti tren. Kadang ada pula yang tertarik hanya karena ajakan teman-teman dan takut tidak sepintar temannya kelak. Dengan demikian, telaah lagi agar bimbel memang membawa manfaat bagi dunia edukasi anak Anda.

Hasil yang ingin dikejar

Begitu pula dengan hasil yang ingin dikejar. Tentang nilai ujian akhir yang tinggi, berhasil menjadi mahasiswa di kampus ternama, prestise, mengisi waktu luang, atau apa? Bisakah hasil yang ingin dikejar ditempuh menggunakan metode lain selain dari bimbel? Jika ya, tentu Anda sudah tahu jawabannya.

Memperoleh materi

Memperoleh materi tidak harus dari bimbel. Terutama jika terhalang oleh faktor finansial yang kurang memadai. Banyak bimbel online yang gratis atau berbayar lebih murah. Silahkan cari dan temukan yang sesuai dengan kebutuhan belajar anak Anda. (LAF)

 

Foto ilustrasi: Pixabay

Follow Instagram @ETALASEBINTARO @ETALASEBINTARO.KULINER

Comments

comments