17

Mengenalkan Arti Pemilu pada Anak

Hari ini Rabu (17/4) menjadi hari bersejarah bagi bangsa ini. Rakyat di seluruh pelosok negeri beramai-ramai memilih presiden dan wakil rakyat. Namun gegap gempita ini belum tentu dipahami oleh si kecil. Karena pemilu merupakan fenomena baru dan asing baginya.

Jangan sampai Anda, orang tuanya, tidak siap memberikan penjelasan yang tepat. Anak juga berhak mendapat informasi yang benar tentang apa yang dia lihat dan rasa. Selain orang tua dapat menyelipkan edukasi politik sejak dini.

Walau harus diakui, pemilu dan politik memang materi yang cukup kompleks untuk diberikan pada anak. Perlu benar-benar memilah kata-kata yang baik agar anak tidak salah kaprah menerima. Terlebih anak ternyata sudah mengenali jargon atau doktrin tertentu dari salah satu peserta pemilu. Tetap netralkan posisi Anda, dan sampaikan keterangan yang standar mengenai pemilu.

Memilih wakil

Pemilu berarti memilih wakil. Setidaknya itulah informasi singkat dan pengantar awal. Menjatuhkan pilihan pada seseorang dari sekian banyak calon untuk memegang jabatan penting. Dari level kabupaten, provinsi, hingga lingkup nasional. Ada yang akan terpilih sebagai presiden, ada yang sebagai anggota DPR, dewan pertimbangan daerah, dan sebagainya.

Tugas dan posisinya urgen

Setelah terpilih, masing-masing akan menjalankan tugas sesuai dengan jabatan yang diemban. Dalam hal ini, Anda bisa menyebutkan kewajiban wakil rakyat sesuai dengan usia anak. Misalnya cukup mengatakan sebagai pemimpin negara atau yang memastikan harga barang tetap murah. Kadang anak lebih mudah menangkap dengan contoh yang riil. Ketimbang penjelasan yang panjang dan lebar.

Mengapa harus dipilih dan memilih

Bukan tidak mungkin anak juga akan menanyakan, mengapa harus ada pemilu? Jawabannya dapat beragam. Salah satunya Anda bisa menggunakan alasan sistem negara yang kita anut. Yakni demokrasi. Namun jika belum dapat dimaknai oleh anak, ajukan jawaban lainnya. Seperti masalah negara yang sangat banyak sehingga tidak mungkin diurusi oleh sembarangan orang. Maka sebaiknya kita memilih orang yang tepat dan berkapasitas di dalamnya.

Berpolitik yang sehat

Selain itu, ajak anak mengenal politik dengan sehat. Misalnya tidak masalah ada perbedaan pendapat atau pandangan. Dalam lingkup diskusi dan mencari solusi. Sebaliknya, hindari berpolitik dengan cara-cara fanatik dan menjatuhkan lawan dengan kotor. Justru dari perbedaan, anak bisa menemukan titik temu yang bisa memayungi semua kepentingan antar golongan.

Mengenal lewat atribut

Manfaatkan semua atribut yang umumnya terpajang selama masa kampanye. Mengapa dalam setiap baliho tertera bendera partai, nama orang, nomor paslon, dan posisi yang diinginkan. Apakah sekadar pengenalan profil calon, atau ada tujuan lainnya. Contohnya agar pemilih tidak salah mengenali calon yang diidolakan. 

Lewat cara yang juga seru

Banyak cara lain yang tak kalah seru. Orang tua dapat memakai sarana buku atau animasi yang sekarang ini banyak bertebaran di media sosial. Tontonan sehat yang bisa dinikmati bersama anak sembari menjelaskan apa itu pemilu. Visualisasi ringan untuk menjelaskan riuhnya agenda nasional bagi dunia mereka. (LAF)

 

Foto ilustrasi: Pixabay

Follow Instagram @ETALASEBINTARO @ETALASEBINTARO.KULINER

Comments

comments