10

Ups, Ketahuan Anak Sedang Berhubungan Intim

Bagaikan terciduk saaat sedang asyik-asyiknya merajut rayu, tiba-tiba anak masuk dan memergoki. Panik dan syok tentunya. Bagaimana baiknya menyikapi bila Anda sendiri yang mengalami?

Beberapa pakar psikologi menilai tak masalah berhubungan badan di dekat anak. Dengan catatan anak masih bayi dan dalam jarak yang masih aman. Sebab banyak bayi yang tidur satu ruangan dengan orang tuanya. Bayi dianggap belum mampu menangkap fenomena langsung yang terjadi di depan matanya.

Tetapi tentu pendapat ini belum tentu sepenuhnya benar. Sebagian kalangan memberikan pendapat yang sama sekali berbeda. Anak tetap dapat merekam apa yang dia lihat. Sehingga hati-hati seandainya ia memergoki Anda sedang berhubungan intim.

Segera atasi demi mencegah efek-efek yang tak ingin diinginkan. Seperti ditiru oleh anak tanpa mengerti makna yang sesungguhnya. Efek yang bisa merepotkan Anda sebagai orang tua, juga dirinya sendiri.

Sesuaikan umurnya

Penjelasan bisa dimulai dengan menyesuaikan umurnya. Bagi anak bayi yang tiba-tiba terbangun dan melihat aksi Anda, Anda bisa segera bangkit dan meninabobokannya kembali. Sedang untuk anak usia balita atau pra-sekolah, perlu ditanamkan bahwa itu adalah bentuk kasih sayang. Tentunya dengan disertai penjelasan yang lebih tepat bagi nalarnya.

Lalu untuk golongan usia dasar, karena sudah ada rasa ingin tahu dan penasaran, terangkan saja tanpa harus menyebutkan detailnya. Sebagai bentuk ungkapan kasih sayang, atau lainnya. Selipkan materi pendidikan seks supaya mereka lebih sadar ke depannya.

Lain lagi bagi usia remaja atau lebih besar. Mereka sudah mengerti apa yang tengah Anda lakukan. Mereka bisa jijik atau justru ingin segera melakukan hal serupa. Jadi, diskusikan saja bersama-sama. Selain menghindari anggapan yang salah tentang seks dalam alam pikirnya.

Hindari jawaban bohong

Ketika anak bertanya, jangan sekali-kali memberikan jawaban bohong. Misalnya sedang bermain kuda-kudaan. Sangat mengkhawatirkan jika sampai ditiru anak kepada teman atau saudara dengan alasan yang sama. Jadi, lagi-lagi, berikan jawaban yang memang pantas untuk usianya.

Jangan diamkan

Tetapi jangan pula mendiamkan anak. Menganggap anak akan segera lupa dan bersikap pura-pura tidak tahu. Gali apa yang terpendam di benaknya. Dengan hanya berdiam, efeknya bisa mungkin saja lebih tak terkontrol, dibanding Anda dan anak saling berbicara. Walau ada rasa malu dan merupakan materi yang tidak enak dibahas.

Apa yang ditangkap oleh anak?

Belum tentu apa yang ditangkap oleh anak sama dengan kekhawatiran anak. Jadi tanyakan saja, “tadi kamu lihat apa?” Coba dengar baik-baik jawaban anak dan tetap tenang. Jawaban anak sangat menentukan pengantar obrolan dan diskusi selanjutnya. Daripada terus terjebak saling berdiam diri dan tak tahu mau mengatakan apa.

Saling memperbaiki situasi

Mari saling memperbaiki situasi agar tidak terulang kembali. Dari pihak anak, kenakan peraturan untuk mengetuk pintu terlebih dulu sebelum masuk kamar, misalnya. Dari sisi orang tua, coba pilih waktu yang lebih pas untuk berhubungan seksual. Di samping lebih hati-hati memilih tempat dan keamanannya. (LAF)

 

Foto ilustrasi: Pixabay

Follow Instagram @ETALASEBINTARO @ETALASEBINTARO.KULINER

Comments

comments